MAKASSAR, BKM — Pada Oktober atau memasuki triwulan keempat tahun 2015, kebutuhan semen di dalam negeri mulai mengalami kenaikan cukup signifikan. Peningkatan ini setidaknya dapat menutupi kelesuan selama triwulan pertama hingga triwulan ketiga. Kelesuan ini diakibatkan perlambatan pertumbuhan ekonomi.
”Perlambatan pertumbuhan ekonomi tidak saja berdampak pada industri semen termasuk Semen Tonasa. Tapi hampir seluruh sektor usaha industri lainnya. Terjadinya kenaikan selama bulan Oktober ini, maka kami optimis pertumbuhan kebutuhan semen paling tidak akan menyamai pertumbuhan kebutuhan ditahun 2014,” kata Diretur Utama PT Semen Tonasa, Ir Andi Unggul Attas MBA, kepada wartawan di kantor perwakilan PT Semen Tonasa, Jl Chairil Anwar Makassar, Kamis (29/10) kemarin. Jumpa pers ini dalam rangka HUT PT Semen Tonasa ke 47 yang jatuh pada 2 Nopember 2015.
Unggul Attas mengatakan, selama kurun waktu Januari sampai September 2014, kebutuhan semen secara nasional mencapai 59,9 juta ton. Sedangkan ditahun 2015 pada periode yang sama, lebih kecil 1,9 persen. Semen Tonasa sendiri yang wilayah pemasarannya meliputi Kawasan Timur Indonesia, selama Januari sampai September hanya mampu memproduksi 4,3 juta ton. Atau hanya 99,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2014.
”Prognosa kami ditahun 2015 ini sebesar 6,2 juta ton atau 101,2 persen dari 2014. Untuk volume penjualan dari Januari sampai September 2015, terealisasi 4,4 juta ton atau 91,4 persen dibandingkan 2014. Untuk prognosa ditahun 2015 adalah 6,3 juta ton,” jelas Unggul.
Terkait hasil penjualan selama tiga triwulan, Unggul mengakui berada diangka Rp3,6 triliun. Sedangkan prognosa ditahun 2015 ini Rp5,1 triliun. Jumlah ini selisih sekitar enam sampai tujuh persen dibandingkan pencapaian tahun 2014. Penurunan angka penjualan ini lebih disebabkan terjadinya penurunan harga jual semen sebesar Rp3.000 per zak. Penurunan harga ini mulai berlaku pada Januari 2015.
Seiring dengan mulai membaiknya pertumbuhan ekonomi di triwulan keempat 2015 ini, Unggul optimis kalau ditahun 2016 mendatang, tren positif tersebut akan terus berlanjut. Apalagi dengan berbagai paket regulasi yang telah dikeluarkan pemerintah serta adanya janji pemerintah untuk melakukan perbaikan ekonomi.
”Pada tahun 2016 mendatang, kami menargetkan produksi semen sebanyak 6,7 juta ton atau 107,9 persen dibanding 2015, volume penjualan 7,4 juta ton atau 116,7 persen, hasil penjualan Rp5,8 triliun atau 113,3 persen, dan Ebitda naik sekitar 108,8 persen atau mencapai angka Rp1,6 triliun,” jelas Unggul Attas. (mir)
Perlambatan Ekonomi Hambat Pertumbuhan ST

Ketgam: BKM/CHAERIL HUT 47 -- Direktur Utama PT Semen Tonasa, Andi Unggul Attas, memberikan penjelasan kepada wartawan mengenai pencapaiannya selama periode Januari-September dan prediksi di Oktober-Desember 2015 dalam rangka HUT PT Semen Tonasa ke 47, kemarin.