Site icon Berita Kota Makassar

BMKG: Hujan Pertengahan November

MAKASSAR, BKM–Kemarau panjang yang dialami masyarakat Kota Makassar menimbulkan berbagai kepanikan, seperti kesulitan mendapatkan air bersih serta kesehatan mulai menurun.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah Makassar, memprediksi jika musim kemarau yang berlangsung di Kota Makassar dan di sejumlah wilayah di Sulsel tidak lama lagi berakhir. BMKG memperkirakan, pada pertengahan November, curah hujan sudah mulai turun. Meski sebagian daerah yang mendapatkan curah hujan kecil.
Sementara curah hujan akan tinggi pada puncak hujan yang di mulai bulan Desember akhir tahun ini.
“Pertengahan November itu sudah ada hujan, walaupun kecil. Curah hujan akan tinggi pada awal Desember mendatang, ” ujar Prakirawan BMKG Wilayah Makassar, Sujarwo, akhir pekan lalu.
Sujarwo menambahkan, wilayah yang akan diguyur hujan terlebih dahulu adalah wilayah Malino, Kabupaten Gowa. Musim hujan akan benar-benar terjadi secara merata di Kota Makassar dan sekitarnya pada bulan Desember.
Sedangkan untuk wilayah di Sulsel sudah ada yang turun hujan meski ringan, seperti Luwu, Masamba, Malili, Sorowako, kemudian Enrekang dan Tana Toraja.
Sementara itu, menyambut musim penghujan, khususnya ancaman banjir, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar telah menyiapkan beberapa langkah jangka pendek. Langkah jangan pendek dilakukan dengan cara penanganan di sejumlah titik genangan, pengerukan drainase serta perbaikan pompa air pengendali banjir.
“Pengerjaan dan pengerukan drainase terus berjalan di jalan-jalan kota yang kerap kali mengalami banjir,” jelas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar, Muh Ansar.
Selain pengerukan drainase, ujar Ansar, pihaknya juga mengefektifkan kembali satgas anti banjir di 14 kecamatan.
Ia juga mengimbau agar warga turun langsung bergotong royong membersihkan drainase di depan rumahnya.
“Kita hanya memprioritaskan seluruh drainase di jalan kota, kalau didepan rumah penduduk seharusnya warga saja membersihkan. Karena masih banyak drainase di jalan kota yang masih perlu kita bersihkan,” katanya.
Sementara itu, Kabid Bangunan Air Dinas PU Kota Makassar, M Fuad, menyatakan, mengantisipasi banjir, PU juga membangun gorong-gorong di Abdullah Dg Sirua dan 21 titik saluran lainnya. Termasuk melakukan pemeliharaan atau rehabilitasi 30 titik saluran yang tersebar di 14 kecamatan.
Adapun nilai anggaran pembangunan saluran, jelas Fuad sebesar Rp30 milliar, rehabilitasi Rp8 milliar. Selain itu kita juga telah mengusulkan pembangunan pintu air ke pemerintah pusat.
“Kita usul pembangunan tiga pintu air seperti Sinrijala, Pannampu dan Jongaya. Nilai anggaran Rp230 miliar, termasuk mengusulkan jaring sampah di kanal ke pihak Balai Pompengan. Pembangunan di kanal itu aset balai, kita yang melakukan pemeliharaan,” terang Fuad.(ucu-ppl1/war/c)

Exit mobile version