Site icon Berita Kota Makassar

Daya Beli Garam Masih Rendah

TAKALAR, BKM — Produksi garam di Kabupaten Takalar meningkat tiga tahun terkahir. Hanya saja, peningkatan produksi garam tidak sejalan dengan daya beli di pasaran.
Menyikapi kondisi ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Takalar bersama manajemen konsultan program usaha garam rakyat (Pugar) duduk bersama guna mencari solusi akan anjloknya harga pasar.
“Ada Lima komponem yang harus dibangun dalam meningkatkan mutu dan kualitas garam antara lain, adanya teknologi, kelembagaan berstruktur (wadah penampungan garam), meningkatkan SDM petani garam, infrastruktur yang baik dan sistem pemasaran yang efektif,” urai Konsultan Manajemen Pugar, Muhammad Kasim, akhir pekan kemarin.
Pertemuan penyusunan rencana pengembangan garam yang melibatkan lima SKPD masing-masing, Dinas PU, Dinas Kelautan dan Perikanan, BPMDK, Bapeda dan Dinas Koperasi, UMKM Perindag Intamben ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam peningkatan mutu dan kualitas garam untuk selanjutnya dapat membuat rencana aksi untuk pengembangan komodity garam sehingga rencana menuju swasembada garam Nasional dapat terwujud.
“Kami dari manajemen pugar berharap pertemuan dengan lima SKPD dapat membuahkan rencana aksi secara sistimatis sehingga harapan petani garam untuk hidup lebih baik dapat terwujud,” Jelas Muhammad Kasim dihadapan peserta pertemuan di kantor Bupati Takalar.
Sementara itu, Kadis Kelautan dan Perikanan Takalar, Muh Asbar berharap agar pertemuan ini bisa berjalan sesuai rencana, sehingga mutu dan kualitas garam di Takalar dapat bersaing dengan daerah lainnya. (ari-ril/c)

Exit mobile version