Site icon Berita Kota Makassar

Gegara Usia Muda dan Bodi Seksi

Kisah seorang pria yang berselingkuh dengan pembantunya

Sejak dulu, banyak peristiwa yang menceritakan tentang seorang suami yang main serong alias kecantol sama pembantunya. Dan ternyata kasus ini juga menimpaku.

Mungkin, sudah menjadi kodrat pria, tidak bisa melihat perempuan bahenol sedikit saja, tanpa melihat status dan latar belakangnya.Kisah seorang pria yang berselingkuh dengan pembantunya kerap dijadikan cerita dan diangkat di layar kaca.Tak pernah sedikitpun aku menduga jika kejadian seperti itu akan kualami.
Namaku Seruni (nama samaran). Usiaku 38 tahun. Aku seorang wanita karir yang selalu sibuk. Suamiku, Tang (nama samaran), 40 tahun, berprofesi sebagai guru di salah satu sekolah dasar negeri.
Aku menikah dengan Tang di usia 28 tahun. Sejak menjalin hubungan atau pacaran dengan Tang, aku sudah bekerja di salah satu bank BUMN.
Dia sangat mendukung aku dalam berkarir. Menurutnya, perempuan akan kelihatan lebih seksi dalam balutan baju kerja. Ketika pacaran, Tang sangat rajin antar jemput ke kantor. Itulah yang membuat hatiku luluh dan menerima ajakannya untuk menikah.
Awal menikah, suamiku masih berstatus guru honorer.
Namun, setelah menikah, dia terangkat sebagai PNS. Karirku pun kian lama semakin menanjak. Dari posisi customer service, menjadu supervisor hingga saat ini, menjadi manager.
Dibanding suami, kesibukanku di luar rumah lebih besar. Pergi pagi, pulang sore. Belum lagi kalau ada rapat atau lembur. Sementara suamiku, setelah jadwal mengajar, siang hari, dia sudah ada di rumah.
Kesibukan di luar rumah membuat saya harus menggaji asisten rumah tangga alias pembantu. Apalagi, kami dikaruniai anak cukup cepat, saat usia perkawinan baru satu tahun. Dengab kesibukan yang bejibun, otomatis saya juga butuh baby sitter.
Melalui jasa agen penyalur, saya pun mendapatkan pembantu rumah tangga berusia cukup muda dan badannya juga cukup seksi.
Sengaja saya memilih yang masih sangat muda, dengan pertimbangan lebih kuat dan gesit dalam bekerja. Hingga tiga bulan bekerja, tidak ada persoalan berarti yang saya hadapi. Kedua asisten rumah tangga ku bekerja dengan cukup memuaskan. Namun, memasuki bulan keempat, baby sitterku mengundurkan diri dengan alasan yang cukup menyedihkan. Suamiku katanya, kerap mencolek-colek dirinya.
Kejadian itu menimbulkan kemarahan bagiku. Suamiku dengan tegas menampik semua tuduhan itu. (b)

Exit mobile version