GOWA, BKM — Sanuddin (45), warga Kampung Tassa’la, Lingkungan Batulapisi, Kelurahan Bulutana, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di RSU Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Jumat (30/10).
Selain Sanuddin, ponakannya bernama Risma binti Ilyas (20), pun mengalami kritis. Luka serius di tangan kanannya putus akibat sabeng parang, hingga kini masih dirawat intensif di RSU Wahidin Sudirohisodo, Makassar. Bahkan oleh tim medis, tangan kanan Risma terancam diamputasi guna menyelamatkan kondisinya yang cukup parah tersebut.
Dikabarkan paman dan ponakannya ini mengalami nasib nahas setelah diparangi oleh lelaki Jonni bin Muin (25), seorang petani yang juga sekampung dengan korban, pada Minggu (25/10) pukul 14.00 Wita. Awalnya, tersangka Jonni memarangi Risma yang berprofesi sebagai biduanita elekton.
Diketahui tersangka sakit hati karena konon Risma menebar gosip jika tersangka sering mengganggu dirinya.
Karena perilaku Risma itulah Jonni pun dendam. Hingga akhirnya Minggu siang itu, tersangka pun menganiaya Risma dengan kerasnya.
Jonni menganiaya korban dengan sebilah parang mengakibatkan tangan kanan putus. Bahkan jari kelingking dan jari manis tangan kirinya putus.
Melihat ponakannya dianiaya, Sanuddin pun berniat menolong tapi Sanuddin pun jadi sasaran. Tangan kanan Sanuddin ditebas dan nyaris putus. Sedang kepalanya bagian depan mengalami robek menganga.
Peristiwa berdarah inipun ditangani Polsek Tinggimoncong. Kini tersangka Jonni dititip di Rutan Kelas 2 Malino.
Dua korban pemarangan inipun dilarikan ke RSU Wahidin Sudirohusodo. Namun Jumat (30/10) kemarin korban Sanuddin meninggal dunia di rumah sakit dan telah dikuburkan di kampungnya di Batulapisi. Pemakaman korban dihadiri Kapolsek Tinggimoncong, AKP Mustakim dan anggota Koramil Tinggimoncong, Serka Jumaseng.
Sementara korban Risma masih dirawat intensif sampai kini. Bahkan tim medis berencana mengamputasi tangan kanannya untuk menyelamatkan dari infeksi berbahaya.
Kapolsek Tinggimoncong, AKP Mustakim saat dikonfirmasi Sabtu (31/10) mengatakan, kasus penganiayaan tersebut kini dalam lidik. “Kita masih lakukan penyidikan,” katanya. (sar-ril/b)
Paman dan Ponakan Dibacok Tetangga Sendiri

Paman dan Ponakan Dibacok Tetangga Sendiri