MAROS,BKM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros menggelontorkan anggaran Rp85 miliar untuk program pembangunan jalan dan jembatan pada tahun anggaran 2016.
Menurut Kepala Bidang (kabid) Bina Marga, Moestazim, anggaran tersebut meliputi program rehabilitasi atau pemeliharaan jalan dan jembatan, pembangunan infrastruktur pedesaan dan program peningkatan jalan dan
jembatan.
Dia menuturkan, Panjang ruas jalan di kabupaten Maros secara keseluruhan mencapai 1232 kilometer. Sementara dari jumlah tersebut masih tersisa sekitar 500 km yang belum tersentuh perbaikan, dan itu membutuhkan
anggaran yang besar tiap
tahunnya.
Menurutnya, menjelang penetapan APBD Pokok 2016, tim dari Bina Marga masih turun ke lapangan untuk melakukan survey titik-titik mana saja yang butuh perbaikan.
“Kami belum bisa menjelaskan dan belum ada pagu yang mengatur berapa ruas jalan yang akan diperbaiki berapa ruas jalan yang akan dibangun. Kami masih mengacu pada pagu 2015 lalu,” ujarnya.
Terkait pemeliharaan jalan, lanjutnya, kemungkinan diantaranya dibuat dalam sistem betonisasi. Dia menolak menjelaskan, jika jalan tersebut merupakan jalan beton yang baru. “Yang akan diaspal itu adalah jalan-jalan beton yang berusia minimal empat tahun, khususnya yang berada di dalam kota Maros. Sementara untuk di daerah kecamatan atau desa akan dilakukan pemeliharaan,” ungkapnya.
Hanya saja, pihaknya belum bisa memprediksi anggaran untuk melakukan hotmix, karena masih harus melihat harga pasar. Apalagi mata uang dollar masih belum stabil. Berdasarkan rencana awal, Jalan yang akan dihotmix untuk tahap awal, meliputi jalan di Empat kecamatan yang berada di kota Maros, yakni Turikale, Maros Baru, sebagian Mandai dan Bontoa. Sementara untuk membuat jalan baru, Bina Marga masih tetap fokus di jalan desa.(ari-ril/c)