MAMUJU, BKM — Pencapaian pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Belang-belang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, ternyata belum sesuai yang diharapkan Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh. Saat melakukan peninjauan ke lokasi pembangunan PLTU Belang-belang tersebut, Jumat pekan lalu, wajah Anwar tampak kecewa.
Saat meninjau, Gubernur Anwar Adnan Saleh didampingi Kepala Dinas Pertambangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulbar, Amri Eka Sasti, staf ahli bidang hukum Pemprov Sulbar, Dominggus S Sariang, dan sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemprov Sulbar.
Kepada kontraktor yang mengerjakan proyek itu, Anwar mengungkapkan kekecewaannya. Seharusnya, tegas Anwar, saat ini sudah masuk pada tahapan perampungan untuk tahun anggaran 2015. Tapi hasil kerja dari kontraktor itu sangat jauh dari harapannya. ”Saya selaku gubernur Sulbar sangat kecewa terhadap pihak kontraktor pembangunan PLTU ini. Karena tidak memenuhi kemitmen yang sudah diucapkan ketika pertama kali akan mengerjakan proyek ini. Dimana akan menuntaskan pembangunannya pada akhir tahun 2015 ini. Tapi dengan melihat hasil pekerjaannya sekarang, saya yakin kalau komitmen tersebut tidak dapat dipenuhi. Pekerjaannya sangat lamban,” ujar Anwar di hadapan pihak kontraktor.
Gubernur Sulbar dua periode ini mengakui, apa yang diharapkan terkait penyelesaian pekerjaan pembangunan PLTU Belang-belang, sangat tidak sesuai dengan target yang ada di lapangan dengan hasil kesepakatan awal. ”Saya sangat kecewa terhadap tindakan pihak kontraktor yang mengerjakan proyek PLTU Belang-belang,” katanya.
Padahal, menurut mantan anggota DPR RI ini, jika proyek PLTU Belang-belang telah selesai dan berfungsi, maka akan mampu memberikan kontribusi pada penanganan masalah kebutuhan listrik di wilayah sekitar pembangkit. Baik itu kebutuhan untuk Pelabuhan Belang-belang, Bandara Tampapadang, dan juga kebutuhan masyarakat pelaku industri yang ada di wilayah utara kota Mamuju.
”Seharusnya pihak kontraktor yang mengerjakan proyek PLTU Belang-belang ini bekerja serius. Jangan ada kesan main-main. Kami selaku kepala pemerintahan di Provinsi Sulbar, tidak mau melihat dan mendengar kata gagal. Yang jelas, pihak kontraktor harus memikirkan dampaknya ketika proyek ini mengalami keterlambatan dalam menyelesaikan pekerjaannya. Saya tetap berharap kepada pihak kontraktor untuk menyelesaikan dan merampungkan pekerjaan pembangunan PLTU Belang-belang pada akhir tahun 2015,” tandasnya. (ala/mir/c)
Pembangunan PLTU Belang-belang Terlambat

ketgam: BKM/ALALUDDIN KECEWA -- Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh didampingi sejumlah kepala SKPD lingkup Pemprov Sulbar dan staf ahli bidang hukum Pemprov Sulbar, Dominggus Sariang, ketika meninjau proyek Bendungan Belang-belang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju. Anwar menyampaikan kekecewaannya kepada kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut.