MAKASSAR, BKM — Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar kembali menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi proyek jaringan instalasi pipa gas (Jargas) di Kabupaten Wajo.
Sebelumnya penyidik telah menetapkan menetapkan dua tersangka yaitu Kepala Seksi Niaga Gas Bumi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Ahmad Saleh, selaku pejabat pembuat komitmen dan pihak rekanan Direktur PT Guntur Persada, Sugianto.
“Penetapan ini berdasarkan hasil pengembangan penyidik dalam kasus ini,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulselbar, Mulyadi, (3/11).
Mulyadi mengatakan, tersangka baru yang telah ditetapkan tersebut, merupakan pejabat pengadaan, berinisial EL dalam pelaksanaan pekerjaan Jargas wajo.
“Tersangkanya ini juga merupakan salah seorang pejabat di kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM),” tandasnya.
Mulyadi menjelaskan, berdasarkan hasil hasil pengembangan penyidik, ditemukan ada keterlibatan EL dalam pengadaan pada proyek Jargas Wajo yang menimbulkan kerugian negara.
Selain itu juga kata Mulyadi, alat bukti keterlibatan EL dalam kasus ini sudah lebih dari dua, sehingga penyidik menetapkan EL sebagai tersangka baru.
“Ada dua alat bukti yang telah kita kantongi dalam menyeret EL sebagai tersangka dalam kasus ini, ujar Mulyadi.
Mulyadi juga tidak menampik bahwa tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru dalam kasus ini.
“Nanti kita lihat bagaimana hasil pengembangan penyidik selanjutnya,” tukas Mulyadi.
Diketahui BUMD PT Wajo Energi Jaya, dan Energy Equity Epic Sengkang (EEES), merupakan dua perusahaan yang ditunjuk sebagai pelaksana proyek Migas di Kabupaten Wajo.
Pemerintah Pusat melalui menteri BUMN telah menggelontorkan anggaran yang tidak sedikit, yakni sebesar Rp40 miliar yang dikucurkan pemerintah pusat untuk pemasangan jaringan instalasi gas rumah tangga sebanyak 4.172 titik sambungan pada Agustus lalu dan ditargetkan harus segera rampung hingga september 2013.
Sementara untuk Simulasi penggunaan gas rumah tangga tersebut, rencananya akan dimulai dengan dilakukannya penyambungan spuil ke kompor rumah tangga, sebagai langkah uji coba atas proyek tersebut.
Selain itu, proyek dilanjutkan dengan penyambungan selang secara bertahap kepada masing- masing rumah yang semuanya ditargetkan ada 4.172 sambungan jaringan gas sebagai langkah awal.
Kota Sengkang merupakan salah satu dari lima kota yang berada Indonesia diprogramkan, untuk mendapatkan program City Gas. Proyek pemasangan jaringan gas akan disambungkan bagi 4.172 rumah di Kelurahan Atakkae, Maddukkelleng, Siengkang, Pattirosompe, Bulupabbulu di KecamatanTempe, dan Desa Lempa di Kecamatan Pammana.
Pada proyek city gas tersebut setiap rumah yang telah dipasangkan jaringan gasnya, setiap rumah akan mendapatkan suplai alokasi gas sebesar 0,5 mmscdf yang dipasok dari PT. EEES. (mat-ril/c)