Site icon Berita Kota Makassar

Makassar tak Siap Bencana Kebakaran

MAKASSAR, BKM–Musibah kebakaran terus melanda wilayah Kota Makassar hingga akhir tahun ini. Namun penanganan kebakaran nampaknya tidak sejalan dengan peningkatan angka musibah kebakaran ini.

Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Makassar-pun dinilai belum siap mengatasi bencana kebakaran, karena belum mampu memperbaiki sejumlah fasilitas penanganan kebakaran seperti hydrant yang berada di sejumlah titik dalam wilayah Kota Makassar.
Padahal keberadaan hydrant sangat penting sebagai alat penampung air dan siap digunakan kapan-pun.
Tidak berfungsinya hydrant di Kota Makassar, akibat ulah tangan-tangan jahil yang mengambil kopling (tutup) hydrant yang terbuat dari kuningan. Selain itu, hydrant juga sudah tidak lagi mengeluarkan air, atau sangat sedikit mengeluarkan air.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar, Imran Samad, membenarkan, jika setiap aktivitas pemadaman masih menggunakan fasilitas air dari PDAM di Kantor Pemadam Kebakaran di Jalan Ratulangi.
Hal itu dilakukan, karena pompa hydrant yang ada di Makassar tidak berfungsi atau tidak ada airnya.
“Hydrant ??tidak difungsikan, karena hydrant yang ada, belum pasti ada airnya,” paparnya, kemarin.
Imran menyebutkan, seandainya hydrant di Makassar banyak yang berfungsi, pasti akan lebih efektif dibanding harus pulang isi air di kantor PDAM.
Ia menambahkan, penyediaan air hydrant bukan dilakukan pemadam tetapi disediakan oleh PDAM.
Terkait upaya revitalisasi hydrant, Imran menegaskan, kalau upaya tersebut akan menyedot anggaran besar. Seperti untuk relokasi, perbaikan kopling-kopling, dan penyambungan air. Dana ini pun diperkirakan akan lebih besar lagi.
Apalagi, saluran air bagi pemadam kebakaran tidak lagi disatukan dengan saluran air warga, untuk menghindari selisih dengan warga.
Menyikapi hal itu, anggota Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) DPRD Makassar menyayangkan lambannya kinerja Pemkot Makassar dalam memperbaiki atau membenahi hydrant tersebut.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar, Andi Nurman, mengatakan, yang menjadi persoalan saat ini, suplay air ke pemadam yang tidak memadai, terlebih lagi saat musim kemarau tiba.
“Suplay air ke pemadam memang menjadi persoalan. Pemadam sangat sulit kalau harus bolak balik mengambil air ke kantor PDAM di Jalan Ratulangi, sementara bencana kebakaran di Biringkanaya. Untuk itu, pemkot harus memikirkan pembenahan hydrant yang terpasang di sejumlah titik dalam Kota Makassar. Hydrant sangat membantu jika terjadi bencana kebakaran,” tegasnya.
Hal senada dikatakan, anggota Komisi D DPRD Kota Makassar, Iqbal Dalil. Ia mendesak untuk memperbaiki sejumlah hydrant yang rusak di dalam kota. Hydrant sangat dibutuhkan mengingat Kota Makassar tanggap darurat terhadap bencana kebakaran.
“Makassar memang memerlukan hydrant untuk mensuplai air apabila terjadi kebakaran. Kita lihat pemadam kebakaran kewalahan menyuplai air, karena harus bolak balik untuk mengisi tangki ke kantor PDAM,” jelas Iqbal.(arf-ita/b)

Exit mobile version