MAMUJU, BKM — Gubernur Sulbar, H Anwar Adnan Saleh merasa kecewa dan marah, karena pembangunan dermaga tiga Pelabuhan Belang-belang yang ada di Mamuju, lambat dilaksanakan. Padahal, pemerintah pusat telah menganggarkan pembangunan dermaga tiga tersebut sebesar Rp75 miliar melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pokok tahun 2015.
”Kami merasa kecewa melihat pekerjaan pembangunan dermaga tiga Pelabuhan Belang-belang. Karena kontraknya baru keluar pada September. Padahal, ini APBN pokok. Harusnya sudah berjalan pada bulan Maret ataau April. Kami merasa kecewa kepada Dirjen Perhubungan Laut yang saat ini menjadi tersangka. Karena tidak serius membangun pelabuhan ini. Persoalan ini sudah saya laporkan kepada wakil presiden agar dievaluasi,” jelasnya.
Menurut Anwar, pihaknya tidak terlalu merasa yakin kalau proyek ini akan tuntas dengan masa kerja dua bulan. Sehingga ia meminta kepada perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut agar dapat bekerja keras untuk menyelesaikan proyek itu. ”Saya tidak yakin pembangunan dermaga tiga Pelabuhan Belang-belang akan rampung pada bulan Desember dengan anggaran Rp65 miliar yang dikerjakan selama dua bulan,” katanya.
Anwar Adnan Saleh menegaskan, dirinya sangat wajar merasa kecewa dan marah dengan lambatnya pekerjaan tersebut. Karena anggaran itu tidak mudah didapatkan di Kementerian Perhubungan RI. Ia mengaku, anggaran itu diperjuangkan dengan membutuhkan waktu cukup lama.
Anwar menjelaskan, anggaran untuk pembangunan dermaga tiga-tiga Pelabuhan Belang-belang sebesar Rp75 miliar. Tapi kontraktor yang memenangkan tendernya mengajukan penawaran sebesar Rp65 miliar. ”Anggaran ini lama saya perjuangkan. Makanya, saya merasa marah kalau tidak proyek ini tidak rampung. Karena ini juga masuk dalam agenda untuk ditinjau Presiden RI, Joko Widodo, saat berkunjung ke Sulbar nanti,” tandas Anwar. (ala/mir/c)
Gubernur: Kami Berjuang ke Jakarta Cari Uang

Ketgam: BKM/ALALUDDIN TEGUR -- Gubernur Sulbar, H Anwar Adnan Saleh menegur pihak pekerja pembangunan dermaga tiga Pelabuhan Belang-belang yang dinilainya sangat lamban. Saking jengkelnya, Anwar bicara sambil menunjuk-nunjuk tangannya.