Site icon Berita Kota Makassar

Sulit Didata, Tapi Dampak Sosialnya Luar Biasa

IST HARUS DIATASI - Pergaulan bebas remaja harus segera diatasi. Jika tidak, para generasi muda Makassar akan mengalami dekadensi moral.

IST HARUS DIATASI - Pergaulan bebas remaja harus segera diatasi. Jika tidak, para generasi muda Makassar akan mengalami dekadensi moral.

Pergaulan bebas di kalangan remaja kini menjadi fenomena sosial tersendiri. Di Makassar, banyak remaja pria dan wanita yang harus putus sekolah serta berurusan dengan aparat penegak hukum lantaran pergaulan bebas.

Laporan: Muh Yusuf-Rahma Amri

Minimnya pengawasan orangtua serta pengaruh lingkungan dinilai menjadi faktor utama banyaknya remaja terjerumus pergaulan bebas.
Bukan hal yang baru lagi, jika di sejumlah kos-kosan utamanya kos eksklusif, geliat para remaja putra dan putri begitu bebas. Mereka berbaur dalam satu kamar tanpa ada batasan waktu serta norma. Sejumlah pengelola usaha kos-kosan pun terkesan cuek menerapkan aturan serta pengawasan secara ketat. Alasannya klasik, biar tempat usaha mereka tetap laris dan banjir peminat.
Tak pelak, praktik seks bebas serta penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja menjamur di lokasi kos-kosan.
Tempat Hiburan Malam (THM) yang sebelumnya menjadi lokasi utama peredaran narkoba seolah mulai tersingkirkan.
Kos-kosan menjadi pilihan utama. Karena dinilai selain aman dan tenang, juga nyaris luput dari pantauan aparat Kepolisian.
Salah seorang penganut seks bebas, Melati (nama samaran), mengatakan, berhubungan badan baik dengan pacar ataupun bukan, sudah menjadi kebutuhannya.
Wanita seksi berambut panjang dan baru berusia 20 tahun itu mengaku mulai mengenal kehidupan seks bebas saat masih duduk di bangku SMP.
“Saya kerap berhubungan seks dengan pacar. Umur 14 tahun, aktifitas itu sudah saya lakukan berkali-kali,” katanya dengan santai.
Dia menuturkan, dididik dari keluarga yang broken home, dimana nilai-nilai agama tidak diajarkan secara ketat, ditambah lingkungan yang mendukung, secara perlahan namun pasti, diapun terjerat dalam kehidupan seks bebas.
Semakin lama, dia merasa ketagihan dengan aktifitas terlarang itu. Sehingga, walaupun tidak bersama pacar, dia berani melakukannya dengan orang yang baru dikenalnya di tempat hiburan malam.
Melati pun tergabung dalam sebuah komunitas yang punya kecenderungan yang sama. Malah, dia mengaku, kerap ada pertemuan atau party, dimana sesama komunitas bebas melakukan hubungan seks.
Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Muh Yunus menegaskan, dirinya sangat miris melihat fenomena pergaulan remaja yang semakin bebas. Hanya saja, menurut dia, penanganan masalah ini harus dilakukan secara lintas sektoral.
“Untuk penanganan khusus pergaulan seks bebas di kalangan remaja, pihak Dinsos Makassar tetap akan melibatkan diri. Khususnya sekaitan dengan dampak sosial yang terjadi, seperti pengangguran serta putus sekolah. Kalau soal penanganan seks bebas itu hanya dapat dilakukan penanganan melalui pembinaan para remaja.
Yunus menimpali, penanganan yang dimaksud itu dengan melakukan pembinaan melalui karang taruna dan panti bina remaja di Bantimurung dan Bulukumba.
“Itu yang ditangani seperti putus sekolah, menganggur. Kita melakukan pendataan dan melakukan pembinaan pada sarana yang telah disediakan. Kalau fokus pada tindakan seks bebas sulit dilakukan pendataan namun dampak sosialnya sangat luar biasa. ”Yang seperti ini tanggungjawab semua pihak,” katanya.
Menurut dia, untuk melakukan tindakan di lapangan seperti penertibkan atau menjaring sudah jelas harus melibatkan unit kerja instansi lain.
“Kita hanya fokus pada adanya dampak sosial yang terjadi. Seperti putus sekolah, anak itu akan didata dan dimasukkan di panti bina remaja. Melakukan pembinaan remaja yang putus sekolah,” katanya. (b)

Exit mobile version