Site icon Berita Kota Makassar

Belajar Secara Otodidak, Sabet Penghargaan ASEAN Young Writer

BKM/IST PRESTEASI-Cerpenis muda asal Sulsel, Faisal Oddang telah berhasil menyabet seabrek juara dalam lomba menulis cerpen. Namanya pun mulai disejajarkan dengan penulis cerpen dan novel ternama di tanah air.

BKM/IST PRESTEASI-Cerpenis muda asal Sulsel, Faisal Oddang telah berhasil menyabet seabrek juara dalam lomba menulis cerpen. Namanya pun mulai disejajarkan dengan penulis cerpen dan novel ternama di tanah air.

Di usianya yang masih muda, nama Faisal Oddang sudah disejajarkan dengan nama-nama penulis, novelis, dan cerpenis kondang tanah air. Lelaki kelahiran Wajo, 18 September 1993 ini berhasil dinobatkan sebagai cerpenis terbaik versi Kompas pada tahun 2014.

Laporan: Rahma Amri

Nama-nama sekaliber Sapardi Djoko Damono, Aprizal Malna, Djenar Maesa Ayu, Budi Darma, Agus Noor, Triyanto Triwikromo dan sastrawan lainnya berhasil disingkirkannya.
Sebelum dinobatkan sebagai cerpenis muda berbakat dan berprestasi, nama Faisal Oddang belum terlalu diperhitungkan.
Tapi, melalui cerita pendek (cerpen) yang berjudul “Di Tubuh Tarra dalam Rahim Pohon”, Faisal berhasil menyabet piala Nyoman Nuarta.
Kepada BKM, dia mengaku mencintai dunia menulis sejak duduk di bangku SMP. Namun, keseriusannya mulai belajar menulis sejak pertengahan 2011. Dia pun belajar menulis secara otodidak.
Ketika duduk di bangku SMA, lelaki yang saat ini tercatat sebagai mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Hasanuddin angkatan 2012, juga tercatat pernah menerima beasiswa menulis “Sahabat dari Jauh” pada Makassar International Writers Festival 2012. Beberapa cerpen dan puisinya juga pernah dimuat media cetak.
Dia mengaku menulis sudah menjadi panggilan hidupnya. Banyak belajar dari keseharian, sharing dengan teman-teman sesama penulis, dan bergabung di Komunitas Lego-lego yang menjadi rumah keduanya dimana berkumpul teman-teman sesama penulis.
Dua buku terbarunya adalah antologi puisi Merentang Pelukan (Katabergerak, 2012) dan antologi cerpen Dunia di Dalam Mata (Katabergerak, 2013). Prestasinya di dunia menulis tak sebatas memenangi ajang penulisan cerpen. Faisal pernah mendapat penghargaan sebagai penulis muda Asia Tenggara yaitu ASEAN Young Writer 2014.
Ia juga pernah diundang dalam Ubud Writers and Readers Festival 2014. Novelnya berjudul Puya ke Puya menjadi salah satu pemenang lomba menulis novel DKJ 2014.
Tulisan hasil karyanya sudah banyak bertebaran di media cetak, baik lokal maupun skala nasional. (b)

Exit mobile version