MAKASSAR, BKM– Pemerintah Kota Makassar menilai proyek pengadaan tong sampah “gendang dua” yang menelan anggaran Rp8 miliar dari APBD 2014 merupakan proyek yang tidak efektif lagi. Pasalnya, sebagian besar tong sampah tersebut tidak lagi dapat difungsikan lantaran rusak serta tak memiliki kantung plastik.
Pemkot Makassar bahkan berencana akan memusnahkan semua tempat sampah “gendang dua” yang terpasang di sejumlah titik di dalam Kota Makassar. Pemkot menilai keberadaan “gendang dua” sudah tidak efektif lagi difungsikan oleh masyarakat di dalam menjaga kebersihan di lingkungannya.
Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Komisi Pengendali dan Percepatan Program Strategis (KP3S), Mukhtar Tahir, saat berada di ruang kerja Wakil Wali Kota, Rabu (4/11) lalu. Menurutnya, Dinas Kebersihan telah merencanakan untuk segera melakukan pergantian dan memusnahkan “gendang dua” serta menggantikan dengan tempat sampah Komposit pada awal tahun 2016 mendatang.
“Memang kita baru sadari kalau ternyata keberadaan “gendang dua” tidak efektif lagi, karena banyak masyarakat yang tidak memanfaatkannya. Apalagi, jarak antara rumah warga dan “gendang dua” lumayan jauh. Belum lagi, kantung plastiknya tidak terpasang, rusakmi lagi bahkan ada juga yang sudah hilang,” ungkap Muhtar.
Mantan Kadis Infokom Kota Makassar inipun menambahkan, tempat sampah “gendang dua” saat ini kondisinya sudah rusak karena patah, serta ada yang hilang diambil orang yang tidak bertanggung jawab. Dalam waktu dekat, pemkot akan segera mengganti dengan komposit atau alat pengempos.
“Komposit berfungsi menampung sisa-sisa makanan seperti nasi basi atau lain sebagainya untuk dikelola menjadi pupuk. Komposit kayaknya lebih bagus daripada “gendang dua”,” cetusnya.
Mukhtar juga menegaskan, Pemerintah Kota Makassar akan tetap berkomitmen untuk melanjutkan program dengan membuat komposit tahun depan.
“Targetnya tidak adaji, yang jelas selama pemerintah masih punya anggaran dan masih mampu mengadakan komposit di setiap wilayah, kami rasa akan terus terpasang,” tambahnya.
Menyikapi rencana pemkot mengganti “gendang dua” mendapat tanggapan serius dari warga kota, Herman (31). Herman menegaskan, seharusnya Pemerintah Kota Makassar bisa lebih bijak di dalam membuat suatu program. Apalagi, program yang akan menghabiskan anggaran miliaran rupiah tersebut. Kalau tiba-tiba saja, pemkot menilai proyek “gendang dua” tidak efektif otomatis anggaran yang telah dihabiskan juga mubassir dan hanya sekadar menghamburkan uang rakyat.
“Jadi kalau beginimi. Dulu pemkot ngotot anggaran “gendang dua” direalisasikan karena program yang dinilainya efektif, sekarang mau ji lagi dibongkar,” sesal Herman, Kamis (5/11).
Terpisah, anggota DPRD Makassar juga mempertanyakan tujuan Pemkot Makassar yang akan memusnahkan tempat sampah “gendang dua” dan akan menggantinya dengan tempat sampah Kompos di awal tahun 2016.
Ketua Komisi B DPRD Makassar, Amar Bustanul berharap, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto bisa lebih selektif mengusung program kedepannya yang lebih matang dan tidak terkesan mubassir. Wali kota juga harus memiliki perencanaan yang lebih matang agar programnya dapat dinilai berhasil oleh masyarakat.
“Saya mau lihat dulu progresnya “gendang dua”. Pemkot Makassar harus memberikan klarifikasi ke dewan terkait rencana pemusnahan “gendang dua” dan menggantinya dengan tempat sampah yang lebih efektif,” jelas Amar, kemarin.
Sementara itu, anggota DPRD Makassar lainnya, Rudianto Lallo juga mengatakan, pengadaan tempat sampah “gendang dua” memang sudah nyata tidak efektif difungsikan oleh warga kota. Untuk itu, kedepannya wali kota bisa lebih selektif lagi merancang dan menjalankan programnya.
“Memang sejak awal saya menilai proyek “gendang dua” tidak efektif, mubassir serta gagal. Sebab banyak” gendang dua” rusak dan hilang. Wali kota harus meninjau ulang,” katanya.(arf/b)
