MAKASSAR, BKM–Pemerintah Kabupaten Wajo bersama anggota Komisi IV DPRD Wajo meminta anggaran ke DPRD Sulsel. Anggaran tersebut untuk peningkatan infrastuktur pariwisata di Kabupaten Wajo.
Hal tersebut diketahui setelah rombongan Komisi IV didampingi Pariwisata Wajo mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi B DPRD Sulsel, Jumat (5/11).
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Wajo, Andi Aminuddin, mengemukakan, Wajo memiliki cagar budaya makam Syekh Jamaluddin Al Akbar Al Husain dan Masjid Tosora yang berada Desa Tosorah, kecamatan Majauleng. Cagar budaya tersebut memerlukan perhatian khusus dari pemerintah pusat dan Provinsi Sulsel.
“Di Tosorah itu memiliki cagar budaya bekas kerajaan, di dalamnya ada makam Syekh, musium dan bekas gudang senjata. Hanya saja, disekitarnya tidak terawat, bahkan terkesan menjadi kawasan ternak sapi,” ujar Andi Aminuddin.
Anggota Fraksi Hanura ini berharap, dalam kunjungannya itu, Komisi B DPRD Sulsel akan mengalokasikan anggaran untuk perawatan dan membangun infrastruktur yang menunjang di kawasan sekitar cagar budaya Tosorah, sebab Wajo tidak mendapatkan batuan anggaran dari Pemerintah Pusat.
“Biasanya banyak pengunjung ke makam Syekh Jamaluddin Al Akbar Al Husain dari luar provinsi hingga luar negeri, bahkan makam syekh pernah dikunjungi Presiden RI, Abdul Rahman Wahid (Gusdur). Maka dari itu, kami berharap pemprov dapat membuat infrastruktur pendukung,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi B DPRD Sulsel, Imbar Ismail, mengapresiasi usulan tersbeut. Menurut legislator Hanura Sulsel ini, pihaknya berencana akan memenuhi permintaan Komisi IV DPRD Wajo itu untuk membahas anggaran pembangunan infrastruktur.(rif/war/c)