BARRU, BKM–Dukungan keluarga Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) ke pasangan calon (paslon) Andi Idris Syukur-Suardi Saleh (AIS) terus dibuktikan.
Adik JK, Natsir Kalla berbaur dengan tim dan rombongan AIS di ruang paripurna DPRD Barru yang menjadi lokasi debat kandidat, Sabtu (7/11) berdampingan dengan pimpinan parpol pengusung AIS, seperti Gerindra, PKS, PPP, PKB, PKPI, PBB.
Selain Natsir, keponakan JK, Dr Sabrina juga datang memberikan support ke paslon perpaduan ahli pemerintah itu. Bahkan, Sabrina mengenakan atribut AIS, sembari memberikan aplaus. Tak hanya keluarga JK, keluarga Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang, juga datang memberikan support dukungan ke AIS yang diwakili putri Agus, Andi Qanisah.
Natsir Kalla mengatakan, keluarganya memberikan dukungan ke AIS bukan tanpa alasan, sebab Idris-Suardi punya pengalaman yang tidak diragukan. “Sekali lagi, keluarga JK mendukung Idris-Suardi, karena pengalamannya sudah terbukti. Banyak kemajuan yang dicapai selama kepemimpinan Idris,”ujar suami Rektor Unhas Prof Dr Dwia Aries Tina ini.
Dalam debat yang berlangsung selama 90 menit, Idris-Suardi nampak menguasai materi, termasuk ketika menjawab pertanyaan dari panelis maupun dari paslon lain.
Dari tiga paslon yang ada, hanya Idris-Suardi yang tidak membacakan teks, dan mampu memaparkan secara gamblang. Bahkan, berulang kali paslon ini mendapat aplaus dari undangan yang memadati ruang paripurna.
Suardi juga menunjukkan kualitas dan pengalamannya dengan menyampaikan gagasan dan menjawab. “Kelihatan siapa kandidat yang punya kualitas dan pengalaman di pemerintahan. Meskipun waktu yang terbatas, tapi masyarakat sudah bisa menilai mana yang terbaik,”kata Wakil Ketua DPRD Barru, Andi Wawo.
Pengamat komunikasi politik dari UIN Alauddin Makassar yang juga moderator Firdaus Muhammad menyayangkan adanya kandidat yang terkesan memanfaatkan debat untuk menyerang dan menghujat paslon petahana.
Menurut Firdaus, panggung debat seharusnya fokus ke penyampaian visi-misi membangun Barru, dan bukan sebaliknya saling menghujat, apalagi mengarah ke hate speech.
Meski demikian, Firdaus memuji ketenangan paslon Idris-Suardi yang tidak terpancing meladeni rivalnya itu, dan tetap fokus pada gagasan atau program yang mereka ingin jalankan di pemerintahan. (rif/adv)