Site icon Berita Kota Makassar

Kapolres Ancam Pindahkan Kapolsek yang Tak Netral

Kapolres Ancam Pindahkan Kapolsek yang Tak Netral

Kapolres Ancam Pindahkan Kapolsek yang Tak Netral

GOWA, BKM– Ketua KPU Gowa, Zaenal Ruma menegaskan agar seluruh lima pasangan calon (paslon) peserta Pemilukada 9 Desember nanti agar dapat bertindak profesional. “Selama ini KPU sebagai penyelenggara kerap dibilang tidak profesional dalam melaksanakan fungsinya. Seperti halnya pemasangan alat peraga kampanye (APK) calon dan lainnya. Sementara pihak paslon sendiri juga berlaku tidak profesional dengan melakukan pemasangan APK dan alat peraga bikinan tim sendiri yang sudah melanggar ketentuan. Makanya kami meminta kepada paslon dan tim pemenangannya untuk juga berlaku profesional,”tegas Zaenal Ruma di sela kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Aula Polres Gowa, Senin (9/11).
Banyak hal yang diurai Zaenal termasuk peran dan fungsi KPU sebagai penyelenggara. Ketua Panwaslu Gowa, Muh Tasrief juga mendapat sorotan sama bahwa Panwaslu terkesan tak pahami peran dan fungsinya. “Panwaslu itu bukan eksekutor. Jika ada laporan pelanggaran tidak serta merta kita tuntaskan. Itu bukan kewenangan kami selaku Panwaslu. Kami hanya menjadi pihak yang mengeluarkan rekomendasi penanganan sebuah pelanggaran,” jelas Tasrief
Diskusi yang dibuka Kapolres, AKBP Rio Indra Lesmana serta dipandu Kasat Binmas, AKP Nursiah ini, Panwaslu paling banyak kebagian pertanyaan dan sorotan diantaranya lambannya menangani kasus ASN yang terlibat politik praktis serta kasus laporan pengumpulan pejabat oleh IYL di RM Lagaligo.
Tasrief mengatakan bahwa kasus IYL tak berindikasi sebuah pelanggaran. “Posisi pak Ichsan YL saat itu bukan sebagai calon maupun tim kampanye. Selain itu pertemuan di ruang terbuka dan umum itu dengan sejumlah pejabatpun melakukan pembahasan terkait pemenangan dimana putra pak Ichsan YL sebagai cabup,”jelas Tasrief.
Kapolres, AKBP Rio Indra Lesmana juga menginstruksikan kepada seluruh Kapolsek untuk tidak memberikan izin pengamanan pelaksanaan turnamen-turnamen olahraga yang diselenggarakan pihak tim apapun. “Hal ini perlu dipahami agar para kapolsek tidak mengeluarkan iIn -izin turnamen lagi jelang Pilkada sebab berpotensi konflik. Begitu juga saya imbaukan agar tidak ada anggota saya baik prajurit maupu perwira yang tidak terlibat sebagai tim pemenangan termasuk para istri-istri anggota polisi. Jika ada yang membandel, maka saya akan laporkan ke Kapolda dan pindahkan,” tandas Rio. (sar/rif)

Exit mobile version