MAKASSAR, BKM — Era baru Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) bakal menjadi masalah jika tidak ditunjang keterampilan yang mumpuni. Bekal itulah yang diharap mampu bersaing dengan masyarakat luar yang akan bebas berkeliaran di negeri ini. Sebagai bagian dari lembaga yang mendapat kewenangan mengurus sertifikasi tenaga ahli dan terampil, DPD Perhimpunan Tenaga Ahli dan Terampil Sulawesi Selatan (Pertati Sulsel), berharap, perguruan tinggi di Susel, mampu bersinergi dalam meningkatkan keterampilan mahasiswanya.
Utamanya peningkatan keterampilan bagi para lulusan teknik elektrikal, mekanikal, dan sipil. Sebab, mereka akan tertinggal jauh jika tidak dibenahi dari sekarang. Ketua DPD Pertati Sulsel, Hj Nunung Dasniar ST, menuturkan, pihaknya sangat mendukung peningkatan kualitas lulusan. Ia juga berharap, sertifikasi tenaga ahli ini bisa bersinergi dengan kampus-kampus.
“Kami berharap, sertifikasi tenaga ahli bisa disinergikan dengan baik bersama kampus. Kita juga berharap, demi peningkatan kualitas lulusan, kampus bisa memberdayakan sarjana dibidang masing-masing,” ujar Niar, sapaan akrab Nunung Dasniar.
Menurut ibu kelahiran 14 Desember 1979 ini, bekal keterampilan inilah yang harus dimiliki generasi muda sekarang. Namun demikian, setumpuk keterampilan itupun akan kurang berarti jika tidak punya rasa percaya diri. ”Selain keterampilan, sebenarnya yang utama juga adalah kita harus miliki rasa percaya diri. Itu akan menjadi bekal kita dalam bersaing dengan orang lain,” ujar Direktur NR Organizer itu.
Walau disibukkan berbagai macam kegiatan dan segudang kesibukan dalam kesehariannya, namun anak pertama dari 6 bersaudara ini lahir dari pasangan Azis Bustam dan Emmy Suparno Wira Dimedjo tetap eksis hampir disetiap kesempatan. Ayahnya berasal dari Bone Kecamatan Kajuara, dan ibunya berasal dari Jogja. Termasuk dalam silsilah keturunan Raden Ngabehi Suparno Wira Dimedjo Jogya-Solo.
Isteri dari Usman Jumsan, mantan Ketua DPD AKLI Sulsel ini mulai terjun berkarir sejak umur 23 tahun. Awal karirnya dimulai, sebagai ketua IKA, (Ikatan Keluarga Akli). Selain aktif diberbagai kegiatan sosial, Niar juga memimpin di beberapa asosiasi, seperti Ketua DPD Pertati, Ketua Leskomel (Lembaga Sertifikasi Kompetensi Lestari Indonesia), wakil bendahara di DPC AKLI, DPD Apmelindo sebagai bendahara, dan wakil bendahara di DPC Partai Gerindra Makassar.
Untuk organisasi sosial, ibu dari satu orang putri dan dua orang putra ini bergabung di Yayasan Prestist sebagai pembina. Kemudian Niar mendapat amanah sebagai ketua umum Jaringan Merah Putih Sulsel. Dalam dunia enterpreneur, Niar memiliki sejumlah usaha, seperti PT Rudhio yang bergerak dibidang kontraktor listrik dan sipil. Selanjutnya ada PT Dwi Putra, PT Graha Dinar Artha Property, Suplayer Qpanel, NR organizer, NR Entertaimant, NR Production, NR Tour and Travel, dan Direktur di Media Duta Express. (mir)