PAREPARE, BKM — Laga menarik dan bertensi tinggi akan tersaji di partai final Habibie Cup XXI di Stadion Gelora Mandiri, Selasa (10/11) sore ini. Tim tuan rumah Persipare Parepare akan bertarung habis-habisan melawan Sindrap United (SU) untuk memperebutkan gelar juara Habibie Cup tahun ini.
Dua tim bertabur bintang ISL ini akan adu strategi. Tentu sebagai tim yang paling banyak memiliki pemain bintang, SU tak ingin pulang dengan tangan hampa. Sejak awal, SU sudah bertekad menjuarai Habibie Cup XXI.
Persipare pun tak ingin melepas gelar juara yang sudah di depan mata. Bintang-bintang ISL seperti Evan Dimas, dan Titus Bonai akan habis-habisan untuk mempersembahkan gelar juara bagi Persipare. Mereka tidak ingin tim andalan Kota Parepare dipermalukan di kandangnya.
Namun, jelang laga final, Persipare kini dirundung masalah. Pada laga final nanti, Persipare tampil pincang. Empat pemain pilarnya dipastikan tidak akan diturunkan dalam bentrok melawan SU. Keempat pemain ini ada yang cedera dan terkena akumulasi kartu. Zulham Zamrun masih terbelit cedera lutut, Rezky Pelu kena akumulasi kartu, sedangkan Asri Akbar dan Muniaga dilansir masih kurang fit untuk diturunkan melawan SU.
Untuk mengatasi keroposnya lini pertahanan dan gelandang, pelatih Persipare siap menerjunkan Febri, Herianto dan Nugroho.
”Empat pemain tim inti kami tidak bisa main. Ini jelas sangat mempengaruhi pemain lainnya, namun kami tetap optimis akan menang dan menjadi juara,” jelasnya.
Pola strategi yang diterapkan melawa SU adalah 4-4-3. ”Pola kami bisa sewaktu-waktu berubah. Itu setelah kami melihat materi permainan lawan,” katanya.
Pemain Persipare, Evan Dimas mengatakan, kecintaanya kepada Parepare. Dia bersama teman-temanya siap membawa Persipare juara Habibie Cup.
Usai Habibie Cup, Evan mengaku langsung balik ke Surabaya untuk memperkuat timnya di Piala Sudirman yang rencananya akan berlangsung, 16 November nanti.
”Kendala kami karena kondisi lapangan yang tidak rata. Kami ragu bertindak karena takut cedera dalam turnamen Habibie Cup. Kalau tunamen level nasional, standar lapanganya bagus, ” kata Evan.
Sebelumnya, Wali Kota Parepare, Taufan Pawe telah mengumpulkan para pemain Persipare untuk diberi motivasi menjelang final.
”Menang kalah adalah hal yang wajar yang penting kita bermain dengan menjunjung tinggi sportiovitas,” jelasnya. Taufan tidak meragukan materi pemain-pemain Persipare yang penuh dengan bintang ISL.
Soal Bonus, Taufan mengaku sudah memberi ke para pemain setiap kali bermain. Bonus itu akan ditambah jika Persipare juara.
Terpisah, pengamat bola dan juga Mantan Manager Persipare, Rahman Saleh mengaku, optimis Parepare menjadi juara, karena permainannya sangat bagus. Dalam turnamen ini, gawang Persipare tidak pernah kebobolan.
Sebelum final, Persipare melakukan doa bersama di Kedai Andalusia milik Rahman Saleh. Mereka berdoa agar laga ini berjalan dengan aman dan sukses tanpa ada intervensi dari pihak manapun.
Siapkan Kejutan
Sebaliknya, Sidrap United berjanji akan membuat kejutan kepada tim ruan rumah. SU bahkan sangat optimis bisa membawa pulang tropy juara ke Sidrap. Pelatih Persipare, Assegaf mengatakan, motivasi dan kekompakan timnya sangat solid.
Pelatih SU,Tony Ho mengatakan, tim yang berjuluk Laskar Ganggawa ini, akan tampil ‘full power’.
Bukan apa-apa, melihat history perjalanan kedua tim selama perhelatan Habibie Cup sejak digelar perdana tahun 1990 silam, Persipare dan Persidrap pernah bertemu di laga final. Pertemuan keduanya pada tahun 1992 silam di final dan dinobatkan sebagai juara bersama karena pertandingan pada saat itu ricuh.
Tony sendiri mengaku puas dengan hasil kemenangan 1-0 dari PSM Makassar di babak semifinal. Dia menilai anak-anak asuhnya mampu menterjemahkan instruksi yang dia berikan.
“Kami sudah tahu sejarah pertemuan keduanya. Dan laga ini saya sudah buat kejutan. Seperti apa, lihat saja nanti,” ungkap Tony Ho saat ditemui di Basecamp Sidrap united di Hotel Grand Sidney Pangkajene, Senin (9/11).
Untuk formasi permainan sendiri, Tony mengakui teknik permainan anak-anak asuhnya saat menghadapi PSM Makassar, sangat memuaskan. Penampilan Boaz Sallosa dkk tampil menekan barisan tim Juku Eja.
“Intinya, anak-anak diwajibkan tetap tampil bermain agresif tampil menyerang. Menekan di lini depan tetap kami percaya pada Boaz, Firman dan Bayu Gatra. Di lini tengah, gelandang Makan Konate masih menjadi andalan kita membagi bola,” beber pelatih yang sudah punya berlisensi sertifikat ISL, kemarin.
Dia mengaku sejak laga perdana sampai menembus final Habibi Cup tahun ini, Sidrap United menunjukkan kemajuan.
Sementara pemilik klub Sidrap United H. Rusdi Masse saat ditemui mengaku sudah sejak awal dia akan menjanjikan bonus ekstra bagi skuad SU jika berhasil membawa pulang Piala Habibie Cup.
“Iya bos. Sejak laga awal menang, selalu saya berikan bonus cuma-cuma semua pemain dan cadangan. Juga semua keinginan dan fasilitas yang dinginkan para pemain saya berikan. Intinya, kita lihat saja, bonus ekstra pasti saya langsung berikan sebelum mereka pulang membela klubnya masing-masing,” tandas pengusaha ekspedisi yang akrab disapa RMS ini sembari masih merahasiakan berapa besaran bonus yang dijanjikan itu, kemarin. (ady/cha/b)
