MAKALE, BKM — Menjelang pencoblosan pada Pemilukada Tana Toraja 9 Desember 2015, persaingan tiga pasangan calon (paslon) semakin ketat mendapatkan dukungan dari masyarakat.
Dari hasil survei tiga lembaga independen, paslon bupati dan wakil bupati Nico-Viktor (Nivi) dengan tageline ‘Sangmaneta menangkan Pilkada Tana Toraja’ 9 Desember 2015 semakin tidak terkejar dan diprediksi memenangi pertarungan.
Dua paslon rival politik Nivi yakni dr Zadrak Tombeg-CH Jeane Tandirerung (Zejati) dan Petahana Theofilus Allorerung-Yohanis Lintin Paembongan (Tonganmo) masih berada di bawahnya.
Meskipun Nivi diunggulkan tiga lembaga survei, namun pasangan ini tidak lengah sebab tim pemenangan dua paslon, Tonganmo dan Zejati terus bekerja keras, dan tidak menutup kemungkinan sebulan ke depan hasil survei bisa berubah.
Tiga lembaga survei independen yang mengunggulkan Nivi yakni Lembaga Survei Independen Indonesia (LSI Indonesia), Independen Research and Development Survey (IRDS), dan jaringan Mahasiswa Toraja (JMT).
Ketiga lembaga survei ini menggelar survei pada awal November 2015 menggunakan metode multistage random dengan populasi hingga 18,18 persen dengan 440 responden tersebar di 19 kecamatan dengan jumlah TPS Pemilukada Tana Toraja 530 TPS, dengan jumlah DPT 167, 765.
LSI Indonesia mengunggulkan paslon No 2 Sangmaneta usungan Partai Demokrat dan PKPI dengan tingkat elektabilitas 38, 75 persen. Zejati yang diusung Partai Nasdem, Gerindra, dan Hanura 31, 25 persen, dan pasangan Tonganmo yang diusung Partai Golkar dan PKPI 23,75 persen. Pada survei ini suara mengambang 6,25 persen.
Demikian pula IRDS masih mengunggulkan pasangan Nivi dengan tingkat elektabilitas 37,95 persen, disusul Zejati 29,82 persen dan Tonganmo 24,25 persen dengan suara mengambang 7,98 persen.
Sementara JMT Sangmaneta tingkat elektabilitas Nivi 39,25 persen, Zejati 30,27 persen, dan Tonganmo 24,82 persen, dengan suara mengambang 5,66 persen.
Direktur LSI Indonesia Syamsul Bahri, dalam siaran persnya beberapa waktu lalu menyebut, indikator Nivi mendapat dukungan dan simpati signifikan dari masyarakat Tana Toraja karena tingginya rasa kesukaan, ditambah programnya jika terpilih kelak muju untuk perubahan dan sejahtera.
Indikator lain membuat Nivi unggul dari dua rivalnya, lanjut Saumsul Bahri, karena bergabungnya beberapa partai yang turut mendukung seperti PKS, PAN, PBB dan PKB.
Senada dengan pendiri IRD, Azhar mengatakan, survei awal November 2015 menyebutkan tingginya trend pasangan Nivi. Dimana, katanya, tingkat elektabilitas Nivi lebih baik ketimbang dua paslon Tonganmo dan Zejati. Jika Pemilukada dihelat kemarin, maka kemenangan sudah berpihak kepada paslon nomor 2 Nivi.
Lebih menarik sambung Azhar, pasangan Zejati justeru memiliki tingkat keterpilihan cukup besar dan lumayan, padahal Zejati pendatang baru di Pemilukada Tana Toraja.
Beda dengan Nico, 5 tahun silam dia berpasangan dengan Kendek Rante, sedangkan Viktor berpasangan dengan Rosiana Palloan pesaing utama Theofilus Allorerung-Adelheid Sosang (Teladan).
Menurutnya, dengan melihat pergerakan tim pemenangan dan rewalan Zejati tidak boleh dipandang sebelah mata. Sebab kurun waktu sebulan jika dimaksimalkan pergerakannya, Zejati bisa jadi kuda hitam.
Popularitas Zadrak Tombek, unggul ketika menjadi Kadis Kesehatan, ditambah dengan memiliki perguruan tinggi STIKES Sinar Kasih Bidang Kesehatan di Makale.
Trend Zadrak memang baik, hanya saja tingkat kesukaan masyarakat tidak signifikan karena dinilai belum terlalu berpengalaman tata kelola pemerintahan atau birokrasi.
Beda dengan pendiri JMT, Herman. Dia jelas mengunggulkan Nivi karena programnya pro rakyat dan kesukaan masyarakat tinggi.
Selain itu, program Nivi pro anak muda dan pergaulannya selama ini kepada anak muda membuahkan hasil sehingga tidak heran jika dukungan anak muda mengalir kepada Nivi.
Demikian pula pemilih pemula mahasiswa cenderung pilihannya mengalir ke Nivi. ”Sebab isu kepemimpinan diusung pro rakyat,” sebut Herman.
Pakar politik Unhas Sukri Tamma dikonfirmasi terpisah mengatakan, Paslon No.3 Tonganmo, kekuatannya meraih dukungan dan simpati masyarakat terus menguat. Sebab waktu tinggal sebulan lebih dimaksimalkan tim pemenangan dan relawan harus kerja ekstra mengejar ketertinggalan.
Disebutkan, keunggulan Paslon Tonganmo sangat berpeluang manfaatkan aparatur Sipil Negara (ASN) dan perangkat daerah hingga ke lembang sehingga tidak boleh dipandang sebelah mata.
Pergerakan tim dan relawan Tonganmo terukur dan terstruktur, meskipun hasil survei tidak terbantahkan keunggulan paslon lain, sehingga siapapun diantara 3 paslon pemenang 2015, diprediksi perbedaan suaranya tipis.
Terpisah Wakil Ketua Bidang OKK Partai Golkar Tana Toraja, Adolf CH Pakke mengatakan, hasil survei mencerminkan tingginya popularitas dan elektabilitas paslon.
Diakui Boy Pakke, Partai Golkar mengusung paslon No.3 Tonganmo hanya saja kader dan pengurus tidak solid sehingga kerja mesin partai politik tidak maksimal.
”Saya yakin hasil survei menjadi bahan evaluasi, sehingga masih terus berupaya meningkatkan dukungan signifikan dari masyarakat, hasil survei dirilis 3 lembaga independen yang mengunggulkan Nivi harus terus dipertahankan dan ditingkatkan,” kata Boy Pakke.
Dia menambahkan, ketua tim pemenangan Sangmaneta Kristian Lambe, salut dan mengapresiasi survei yang dirilis tiga lembaga independen. Meski demikian tim pemenangan Nivi jangan lengah dan harus terus berupaya dan kerja keras untuk meningkatkan kesukaan dan dukungan masyarakat. (gus/cha/adv/b)
Tiga Lembaga Survei Unggulkan Nico-Viktor

Tiga Lembaga Survei Unggulkan Nico-Viktor