Site icon Berita Kota Makassar

Geng Rampok Ditangkap, Satu Tewas Ditembak

Penangkapan Disaksikan Ratusan Warga

Penangkapan Disaksikan Ratusan Warga

MAKASSAR, BKM — Aparat Reserse Mobil (Resmob) Polrestabes Makassar menggulung enam perampok sadis yang bermukim di perbatasan Kecamatan Manggala dan Kabupaten Gowa, Selasa (10/11) dini hari. Ahmad alias Hamma, satu dari enam perampok meregang nyawa terkena timah panas polisi.
Pengungkapan sindikat rampok ini bermula dari penangkapan Ismail (21) dan Syahrul (20) warga Jalan Moncong-moncong Desa Pattallassang Kabupaten Gowa. Kedua tersangka dicegat polisi saat melintas di Jalan AP Pettarani. Mail dan Syahrul terlihat gugup ketika melihat ada polisi yang melintas. Kedua pun dicegat. Saat diperiksa, Syahrul dan Mail berpura-pura lugu. Namun setelah didesak, keduanya pun mengaku kalau mereka adalah anggota komplotan perampok yang kerap beraksi di Makassar dan sekitarnya. Syahrul dan Amir juga menyebut lima nama rekannya yang kerap ikut beraksi.
“Komplotan kami ada tujuh orang pak. Kami pernah merampok di Perumahan Puri Awani Kecamatan Manggala. Kemudian di Kompleks Gubernuran Kecamatan Manggala. Di situ kami mengambil Televisi 21 inchi dan mesin pompa air.
Kami beraksi tujuh orang,” kata Ismail
Mendengar pengakuan kedua tersangka, polisi dengan cepat melakukan pengembangan. Di bawah pimpinan AKP Edy Shabara MB dan Ipda Ikbal, polisi mangepung perbatasan Kecamatan Manggala dan Kabupaten Gowa. Petugas harus bekerja ekstra, karena warga di lokasi itu dikenal kompak.
Setelah melalui serangkaian pendekatan persuasif dengan warga, polisi pun berhasil menangkap empat rekan Syahrul dan Mail. Mereka masing-masing Ahmad alias Hamma (31), Gau alias Daeng Ngerang (27),Fredy alias Dedy (27) dan Arfandy alias Supu.
Penangkapan pelaku rampok ini disaksikan ratusan warga. Sebelum dijebloskan ke sel, petugas meminta keenam tersangka untuk menunjukkan lokasi mereka menyembunyikan barang bukti hasil kejahatan.
Namun diluar dugaan, keenam tersangka ini berusaha melarikan diri. Dengan terpaksa petugas mengeluarkan tiga kali tembakan ke udara, namun tidak digubris oleh tersangka.
Tim Resmob mengambil tindakan tegas dengan melumpuhkan enam perampok itu dengan timah panas di kaki.
Keenam tersangka dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani perawatan. Namun nahas bagi Ahmad alias Hamma. Karena kehabisan darah, pria yang diduga sebagai gembong komplotan rampok ini akhirnya tewas.
Kepala seksi hubungan Masyarakat Kompol Andi Husnaeni mengungkapkan, ke enam tersangka adalah komplotan perampok lintas Sulawesi.
“Berawal dari penangkapan Mail dan Syahrul. Tim Resmob berhasil menangkap empat perampok lain yang masih satu jaringan,” ungkap Husnaeni. Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti hasil kejahatan berupa HP, sepeda motor Suzuki Satria FU DD 4048 LY warna putih biru serta beberap senjata tajam milik pelaku,” katanya. (ish/cha/b)

Exit mobile version