Site icon Berita Kota Makassar

13 Saset Sabu Siap Edar Ditemukan di Rutan

SENGKANG, BKM — Peredaran narkoba di Kabupaten Wajo semakin tidak terkendali. Bahkan narkotika jenis sabu-sabu dipasok masuk ke dalam Rumah Tahanan (Rutan) kelas IIB Sengkang.
Dari razia dan penggerebekan yang dilakukan pihak Rutan pada setiap kamar yang ada dalam sel, ditemukan 13 saset sabu siap edar di salah satu ruangan.
“Awalnya kami menerima laporan jika dalam Rutan ada masuk sabu yang rencananya akan diedarkan. Untuk itu kami langsung melakukan penggerebekan,” ungkap Kepala Rutan kelas IIB Sengkang Andi Anjar, kemarin.
Andi Anjar berjanji akan terus berupaya semampunya untuk memberantas dan meredam peredaran narkotika di dalam rutan. Salah satunya dengan intens melakukan razia dua minggu sekali.
“Untuk itu kami mengharapkan kerja sama semua pihak yang mengetahui peredaran yang ada dalam Rutan. Karena seiring perkembangan, modusnya juga semakin banyak,” terangnya.
Narkotika jenis sabu yang ditemukan di kamar 8 sel Rutan Kelas IIB Sengkang tersebut ternyata milik Erwin Surahman (33), seorang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari Dinas Perhubungan dan Informatika Kabupaten Wajo.
Sebelumnya, Erwin divonis Pengadilan Negeri (PN) Sengkang selama 5 tahun dalam kasus kepemilikan narkotika jenis sabu.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sabu seberat 13 saset tersebut akan diedarkan di dalam Rutan. “Pengakuannya, dia baru kali melakukan penyelundupan dan kami berhasil mengungkapnya,” kata Andi Anjar lagi.
Belakangan diketahui, sabu tersebut pasokan oleh Iwan, warga asal Tanrutedong, Kabupaten Sidrap. Iwan berhasil menyelipkan barang haram tersebut melalui pintu rutan saat berpura pura menjadi pembesuk.
”Sudah ada nama dan alamatnya. Dia DPO Polres Wajo. Kasusnya masih kita dalami,” kata Kapolres Wajo AKBP M Guntur, yang dihubungi terpisah.
Sementara aktivis Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bhakti Keadilan Arizal mengatakan, terbongkarnya penyeludupan narkoba ke dalam rutan patut diapresiasi, meski ini sudah menjadi rahasia umum dan sudah berulang.
Menurutnya, peredaran sabu dalam Rutan semestinya menjadi cambuk sekaligus tamparan keras agar pihak Lapas bekerja lebih keras lagi.
“Perketat penggunaan handphone. Cara itu setidaknya bisa memutus rantai peredaran, sebab tak ada lagi komunikasi dengan pihak luar. Kita bisa lihat beberapa napi yang terang-terangan bisa update status dari rutan,” bebernya. (ilo/rus/b)

Exit mobile version