Site icon Berita Kota Makassar

Curi Motor PJR, Pria Setengah Waras Diamankan

MAKASSAR, BKM — Risal (18) terpaksa berurusan dengan petugas kepolisian setelah dipergoki hendak mencuri sepeda motor dinas Patroli Jalan Raya (PJR) milik Brigadir Musmulia, anggota Dit Lantas Polda Sulselbar di Jalan Maccini Baru, Kelurahan Maccini, Kecamatan Makassar, Rabu (11/11) dini hari.
Rizal oleh warga sekitar dikenal memiliki penyakit gangguan jiwa. Meski begitu, Rizal menghabiskan hari-harinya dengan menjadi seorang juru parkir di sekitar Jalan Maccini Baru.
Brigadir Musmuliadi mengaku terpaksa mengamankan Rizal, lantaran melihat Rizal tengah berusahaa membawa kabur motor dinas miliknya yang diparkir di depan rumahnya.
“Saya sementara duduk-duduk sama keluarga di dalam rumah. Tiba-tiba saya dengan ada suara di depan rumah. Saya melihat keluar dan mendapati pelaku sedang duduk di atas motor dan berusaha membawa motor saya. Mungkin pelaku kaget kemudian terjatuh dari atas motor,” ungkap Musmuliadi.
Musmuliadi yang mengaku tidak mengenal pelaku berusaha mendekati pelaku sambil berkata “Kau polisi bukan?” Pelakupun menjawab dengan nada tinggi, “Jangan dekati saya”. Mendengar jawaban pelaku, Bigadir Musliadi langsung mengambil langkah tegas dengan membekuk Rizal. Rizal kemudian diamankan ke Mapolsek Makassar untuk menjalani pemeriksaan.
Kapolsek Makassar, Kompol Sudaryanto yang dikonfirmasi BKM menjelaskan, hasil pemeriksaan diketahui jika pelaku memiliki latar belakang kelainan jiwa.
“Pelaku memang setengah waras, makanya nekat mau bawa kabur motor petugas. Karena TKP nya berada diwilayah hukum Panakkunkang, maka pelaku kita serahkan ke penyidik Polsek Panakkukang,” kata Sudaryanto.
Sementara itu, Kapolsek Panakkukang, Kompol Woro Susilo mengatakan, pelaku pencurian sepeda motor milik anggota PJR, saat ini masih dalam pembinaan dengan dasar pelaku diduga memiliki penyakit kelainan jiwa.
“Kita lakukan kordinasi ke pihak Dinas Sosial karena diduga kuat kalau pelaku ini punya kelainan jiwa. Pelaku juga tidak memiliki keluarga, alias hidup sebatang kara,” jelas Woro (ish-ril/b)

Exit mobile version