Site icon Berita Kota Makassar

Minta Tanggungjawab, Wanita Asal Bandung Dianiaya Pacar

Minta Tanggungjawab, Wanita Asal Bandung Dianiaya Pacar

Minta Tanggungjawab, Wanita Asal Bandung Dianiaya Pacar

MAKASSAR, BKM — Sungguh malang nasib, Bunga (20) (samaran). Wanita asal kota kembang, Bandung, Jawa Barat ini jadi korban penganiayaan oleh pria asal Kota Makassar, bernama Irfan (22), yang tak lain kekasihnya sendiri.
Awalnya, Bunga menjalin hubungan dengan Irfan yang seorang pelayaran. Hubungan itu terjalin sejak Irfan berlabu di Jakarta. Berselang waktu, Irfan memilih kembali ke Makassar. Sementara Bunga yang mengaku tengah mengandung anak dari Irfan panik, lantaran Irfan belakangan tak lagi memberi kabar.
Bunga kemudian nekat menyusul sang kekasih ke Kota Makassar. Namun nahas, bukannya bertanggungjawab atas kehamilan Bunga, Irfan malah marah dan balik memukuli Bunga. Akibat perbuatan Irfan, Bunga mengadu ke Mapolsek Mamajang, Selasa (10/11).
“Irfan berubah kasar dan jadi pemarah. Dia sering pukul saya, tapi saya selalu berusaha besabar,” ungkap Bunga.
Karena tak tahan dengan perlakukan kasar sang kekasih, Bunga akhirnya berencana melaporkan kasus ini ke pihak berwajib. Menurut Bunga, sikap kasar Irfan tidak hanya terjadi satu kali saja, namun berkali-kali.
“Saya terakhir dipukul lalu didorong. Saya sudah tak tahan lagi dengan perlakuannya. Apalagi saya dalam kondisi hamil,” akunya, dengan mata berkaca-kaca.
Kapolsek Mamajang, AKP Mihardi membenarkan atas adanya laporan Bunga. “Betul yang bersangkutan datang mengadu. Tapi aduannya belum kita buat dalam bentuk laporan tertulis,” ujar Mihardi.
Mihardi mengaku kalau korban terpaksa menginap di Mapolsek Mamajang, karena tak korban tidak memiliki sanak saudara di Makassar. Namun demikian, lanjutnya, pihaknya akan melakukan mediasi antara korban dengan pelaku untuk menyelesaikan persoalan keduanya dengan cara kekeluargaan.
“Kami masih melakukan mediasi kedua pihak karena pihak laki-laki mengaku akan bertanggungjawab dan berjanji akan menikahi korban, Kamis (12/11) (hari ini.red),”kata Mihardi. (ish-ril/c)

Exit mobile version