Site icon Berita Kota Makassar

Siswa SMA Tewas Diserang Pria Bertopeng

BKM/IRWAN MUSA DIBUANG KE LAUT-Mayat Adnan Malik Harun yang ditemukan nelayan Palopo tewas mengambang di Pelabuhan Tanjung Ringgit, Rabu (11/11) pukul 06.30 Wita.

BKM/IRWAN MUSA DIBUANG KE LAUT-Mayat Adnan Malik Harun yang ditemukan nelayan Palopo tewas mengambang di Pelabuhan Tanjung Ringgit, Rabu (11/11) pukul 06.30 Wita.

LUWU, BKM — Adnan Malik Harun (17), warga Dusun Lonyi, Desa Seppong, Kecamatan Belopa Utara, Luwu ditemukan tewas mengambang di laut oleh seorang nelayan di Pelabuhan Tanjung Ringgit, Palopo, Rabu (11/11) pukul 06.30 Wita.
Korban tercatat sebagai siswa kelas III SMAN 2 Belopa. Kematiannya meninggalkan kesedihan yang mendalam bagi keluarganya. Puluhan sanak keluarga langsung berdatangan ke rumah duka setelah mendengar kabar kematian Adnan.
BKM yang berkunjung ke rumah duka, kemarin menyaksikan ibu korban, Asria beberapa kali pingsan. Sementara ayahnya, Bahrum belum mengetahui kepergian anaknya itu untuk selama-lamanya. Sebab dia masih berada di tengah lautan sedang berlayar. Pihak keluarga belum bisa melakukan kontak via handphone kepada Bahrum yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) yang kini berlayar di luar negeri.
Kaimuddin (38), paman korban yang ditemui di rumah duka menuturkan bahwa sebelum kejadian nahas yang menimpa, Adnan pamit pergi bersama temannya ke Palopo.
”Dia sempat memberi tahu saya kalau dia sedang bernyanyi di salah satu rumah bernyanyi. Setelah itu, pada Selasa (10/11) malam dia menuju Pelabuhan Tanjung Ringgit Palopo,” ujar Kaimuddin.
Ketika sedang duduk santai bersama teman-temannya di pelabuhan sekitar pukul 23.00 Wita, tambah Kaimuddin, seorang pemuda mendekati korban. ”Orang itu bertanya, bisakah gabung bosku. Ponakan saya balik bertanya, anak manaki? Setelah itu, pemuda tersebut pergi meninggalkan korban bersama temannya,” tutur Kaimuddin yang mengaku mendengar cerita ini dari pengakuan rekan-rekan korban malam itu.
Tak lama berselang, rombongan pria bertopeng tiba-tiba datang menyerang korban bersama teman-temannya secara membabi buta.
“Karena terdesak, korban dan tujuh temannya tak bisa melawan. Ponakanku kemudian dipukul. Setelah itu dibuang ke laut hingga ditemukan sudah tak bernyawa pada Selasa pagi,” beber Kaimuddin.
Kapolsek Belopa AKP Pither Maribun yang berada di rumah duka, kemarin mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Polres Palopo terkait kasus ini. ”Penjelasan Kasat Reskrim Polres Palopo AKP Awaludin, bahwa para pelaku sudah diketahui dan sementara dilakukan pengejaran,” kata Pither.
Saat proses pemakaman berlangsung, kemarin sejumlah petugas kepolisian berseragam maupun dari intel dan reskrim bersenjata lengkap, terlihat di lokasi. Korban dimakamkan di pekuburan keluarga di Batu Papan, Desa Seppong usai salat Dhuhur, Rabu (11/11).
Nampak hadir Asisten I Pemkab Luwu Hamzan R Jano, Camat Belopa Utara Andi Iskandar serta rekan koban dari SMA 2 Belopa. Termasuk para guru almarhum yang merupakan anak kedua dari pasangan Asria dan Bahrum.
Kasus penyerangan inipun langsung menjadi buah bibir warga Luwu. Sebab sangat rentan diprovokasi.
Menyadari hal itu, aparat Polsek Belopa dibantu Polres Luwu proaktif bergerak mengamankan warga dan keluarga korban untuk tidak terpancing dengan provokasi oknum tidak bertanggung jawab. Hingga kemarin, personel kepolisian juga masih berjaga-jaga di sekitar rumah korban. (wan/cha/b)

Exit mobile version