BARRU, BKM — Puluhan warga Dusun Lisu, Desa Lompo Tengah, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru, Kamis (12/11) menggelar aksi demo. Mereka menyuarakan desakan untuk menutup tambang pasir galian C di Sungai Lisu.
Alasannya, aktivitas penambangan tersebut telah merusak lingkungan sungai dan mengganggu pemenuhan kebutuhan air untuk areal persawahan. Aksi warga ini merupakan tindak lanjut dari surat protes warga yang sebelumnya dilayangkan ke DPRD Barru.
Camat Tanete Riaja Mustakim yang dihubungi kemarin, mengatakan warga menolak keberadaan tambang pasir di aliran Sungai Lisu karena mereka kesulitan memperoleh air untuk mengairi persawahan ketika musim kemarau.
Merespon desakan warga itu, Muspika Tanete Riaja akhirnya bersepakat untuk menutup menutup aktivitas tambang pasir di Sungai Lisu.
“Sebenarnya apa yang diinginkan warga sudah kita fasilitasi melalui pertemuan antara warga bersama muspika. Dalam pertemuan itu telah disepakati untuk menutup tambang pasir di Sungai Lisu,” jelas Mustakim.
Hal serupa diakui Kapolsek Tanete Riaja AKP Sahyuddin yang dihubungi secara terpisah. Menurutnya, muspika bersama camat telah bersepakat untuk menutup aktifitas tambang pasir di Sungai Lisu. “Warga sudah diberi arahan dan pengertian bahwa aktivitas tambang segera ditutup,” kata Sahyuddin.
Sebelumnya, puluhan warga Dusun Lisu melayangkan surat ke DPRD Barru sebagai bentuk protes terhadap aktivitas tambang di Sungai Lisu. Karena areal persawahan dan kebun milik mereka sangat terganggu dengan aktivitas tambang. Salah satuny kesulitan memperoleh air sungai.
Apalagi aktivitas penambangan dilakukan dengan membendung aliran sungai, sementara kondisi air sungai semakin berkurang akibat kemarau panjang. (udi/rus/b)