POLEWALI, BKM — Perusahaan Daerah (Perusda) Polewali Mandar (Polman) bagaikan mati suri. Hingga kepengurusan terbentuk tiga tahun lalu, Perusda ini belum melakukan kegiatan apa-apa. Ketua Perusda Polman, Muhaemin Fatta, ketika ditemui Berita Kota Makassar beberapa hari lalu, mengakui kalau institusi yang dipimpinnya belum bisa berbuat banyak untuk daerah.
”Kami seperti mati suri. Hidup tidak mati pun enggan. Bagaimana kami bisa berbuat untuk daerah, kalau sejak kepengurusan kami terbentuk sekitar tahun lalu, kami tidak pernah mendapatkan alokasi atau bantuan dana dari Pemkab Polman (bupati, red). Sehingga kami bersama sejumlah pengurus terkatung-katung terus dan tidak bisa berbuat banyak untuk daerah,” ujar Muhaemin di cafe A Tong, Jalan Todzilaling Pekkabata, Polman.
Muhaemin mengakui, pihaknya sudah berupaya mengusulkan anggaran baik melalui anggaran pokok maupun APBD perubahan Polewali Mandar. Namun mata anggaran yang diminta, tak pernah muncul setelah selesai pengesahan. ”Terus terang, kami jadi pusing dan ingung karena masa kerja kami sisa satu tahun dan belum ada yang kita perbuat. Karena kami terbentur modal atau biaya,” katanya.
Diakui, kepengurusan Perusda yang lalu masih ada harapan. Karena punya biro travel yang berjalan hingga kini. Namun usaha biro travel itu sudah dikelola secara pribadi pendirinya (Travel Mandar Wing). Sementara mobil Perusda yang pernah ada, tidak diketahui lagi rimbanya. Karena ketua yang lalu tidak pernah ada komunikasi dengan ketua yang sekarang.
”Kalau mau lihat Perusda punya kegiatan, berikan kami modal awal,” tegas Muhaemin Fatta. (dar/mir/c)