Site icon Berita Kota Makassar

Terakhir Murid SDN 47

PAREPARE, BKM — Seorang murid kelas IV Sekolah Dasar Negeri (SDN) 47 Parepare Andi Rasel Mallolo kini sudah tiada. Rasel yang baru berusia 11 tahun terenggut nyawanya akibat kecelakaan lalulintas.
Almarhum meninggal dunia setelah ditabrak sebuah motor Yamaha Mio DP 2753 AG di Jalan Andi Sinta, Kelurahan Lakessi, Kecamatan Soreang, Parepare, Rabu (11/11) pukul 13.30 Wita. Motor tersebut dikendarai siswa SMK DDI Muh Rafli, yang berboncengan dengan Muh Rial.
Saat kejadian, korban pulang dari sekolah dan hendak ke rumahnya di Jembatan Merah Jalan Andi Sinta. Akibat tertabrak motor, Rasel langsung tak sadarkan diri. Dari mulutnya keluar darah segar. Dia diperkirakan mengalami luka dalam yang cukup parah.
Oleh warga yang ada di lokasi kejadian, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Andi Makkasau. Namun Tuhan berkata lain. Nyawanya sudah tak tertolong.
Tapi pihak keluarga berusaha memberikan pertolongan lanjutan, dengan meminta agar Rasel dirujuk ke rumah sakit di Makassar. Pada malam harinya korban hendak dibawa ke Makassar. Namun sesampainya di Barru, keluarga sudah memastikan anak keempat dari lima bersaudara ini telah pergi untuk selamanya.
Rasel adalah putra pasangan Rahmat dan Mina, juga keponakan Asriwati Samir, istri wartawan BKM di Parepare Samiruddin.
Para guru almarhum tak pernah menyangka kalau anak didiknya itu akan pergi begitu cepat. Termasuk mahasiswa PGSD Universitas Negeri Makassar (UNM) Parepare yang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di SDN 47.
Mahasiswa tersebut bahkan punya kenangan mengharukan dengan almarhum. Muh Jusuf J bahkan langsung mengapload di Facebook miliknya foto-foto foto-foto almarhum saat perpisahan berlangsung acara perpisahan, Sabtu (7/11) lalu.
Pada saat perpisahan, Rasel membuat puisi dan membacakannya sendiri untuk mahasiswa KKN tersebut. Judulnya; Perpisahan KKN.
”Puisi ini untuk kakak-kakak yang sudah melaksanakan KKN di SDN 47 Parepare,” kenang Muh Jusuf terhadap sosok Rasel.
Usai membaca puisi karyanya sendiri almarhum, semua yang hadir menangis. Mulai dari mahasiswa KKN, para guru, teman sekolah bahkan orangtua murid. Sampai-sampai Jusuf harus memeluk Rasel untuk menahan isak tangisnya. Ternyata, itulah tangisan perpisahan almarhum.
Guru almarhum Sarah Suhari, tak kuasa menahan air mata ketika melihat jasad almarhum dirumah duka. ”Dia anak baik, pintar dan berprestasi. Dialah yang membawakan puisi terakhir buat kakak-kakaknya yang telah melaksanakan KKN di sekolah. Ternyata itulah puisi terakhir almarhum,” kata Sarah berlinang air mata.
Jenazah almarhum dimakamkan di Pekuburan Sarimnyae, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, Kamis (12/11). (smr/rus/b)

Exit mobile version