Site icon Berita Kota Makassar

UMI Wisuda 2.071 Wisudawan

MAKASSAR, BKM — Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar mewisuda 2.071 Sarjana (S1), S2, S3 dan Diploma 3 pada Wisuda Periode 2 UMI Tahun 2015, di Auditorium Al Jibra Kampus 2 UMI, Makassar, Sabtu-Minggu (14-15/11).
Prosesi wisuda dipimpin Rektor UMI Prof Dr Hj Masrurah Mokhtar, MA didampingi Ketua Yayasan Wakaf UMI Mokhtar Noer Jaya beserta para anggota senat UMI.
“Secara keseluruhan jumlah alumni UMI sudah mencapai 83.595 orang,” ujar Masrurah.
Saat ini UMI membina 13 Fakultas dan program pascasarjana; dengan 27 program studi (prodi) untuk jenjang S1, 2 prodi D3, dan 9 prodi magister, serta 2 program doktor.
“Alhamdulillah, beberapa waku lalu UMI mendapat pengakuan dari MIX Marketing Communications sebagai Indonesia Best University dan Indonesia Best School of Management untuk prodi manajemen UMI,” tambah Masrurah.
Rektor dalam sambutannya mengatakan meningkatnay mutu lulusan berkaitan antara lain dengan terus ditumbuhkembangkannya kualitas proses belajar mengajar dan pengembangan atmosfir akademik di kalangan mahasiswa.
”Lulusan UMI juga memiliki keunggulan karena mereka dapat menyelesaikan studi dengan gelar ganda,” jelas Rektor.
Ilmu yang dimiliki merupakan kekuatan intelektual dan kekuatan luhur sebagai manusia. Kekuatan ini akan menjadi bernilai tinggi bila digunakan untuk kemaslahatan umat. Begiru sebaoiknya akan luntur bila tidak dimanfestasikan dalam tindakan sosial.
Sementara Ketua Yayasan UMI Mokhtar Noer Jaya mengatakan alumni UMI tidak hanya dituntut memiliki kemampuan intelektual keilmuan, keahlian dan keterampilan tetapi lebih dari alumni UMI harus memiliki keimanan yang tangguh sehingga dapat menghadapi era globalisasi yang sarat dengan tantangan.
”Tentu tanpa harus melupakan kewajiban dan amanah yang diembannya sebagai hamba Allah SWT,” tegas Rektor.
Sementara Sespel Kopertis Wilayah IX Sulawesi Dr Suwignyo, MM meminta kepada masyarakat dan para orang tua untuk lebih teliti memilih PT untuk kelanjutan studi bagi putra putrinya dan keluarganya. Sebab saat ini banyak PT yang melakukan pelanggaran dan melenceng dari aturan Kementrian Riset dan Pendidikan Tinggi.
”Masyarakat harus hati-hati dan pilihlah PT yang berkualitas dan tidak bermasalah,” tandasnya. (ila)

Exit mobile version