Site icon Berita Kota Makassar

Atasi Banjir dan Genangan, Pemkot Kucurkan Rp38 M

Atasi Banjir dan Genangan, Pemkot Kucurkan Rp38 M

Atasi Banjir dan Genangan, Pemkot Kucurkan Rp38 M

MAKASSAR, BKM — Tanda-tanda musim penghujan sudah terasa. Untuk mengantisipasi banjir serta genangan air di jalan dan permukiman penduduk selama musim hujan, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar kini melakukan normalisasi drainase atau pengerukan. Total anggaran untuk proyek ini sebesar Rp38 miliar.
“Ada 21 titik pembangunan saluran yang akan dilakukan. Selain merehabilitasi 30 saluran di 14 kecamatan,” kata Kepala Bidang (Kabid) Bangunan Air Dinas PU Kota Makassar, M Fuad kepada BKM, Senin (16/11) siang.
Menurut Fuad, nilai anggaran pembangunan saluran sebesar Rp30 miliar, rehabilitasi Rp8 miliar.
Fuad mengungkapkan, pembangunan saluran yang akan segera dikerja yakni saluran di Jalan Faisal, Cokroaminoto, Gatot Subroto, saluran Pajaiyang, Komplek IDI, Cokonuri, Muktar Lutfi dan beberapa yang lain.
“Saluran ini butuh perbaikan karena rawan dan kerap menjadi langganan banjir. Selain itu kita juga melakukan normalisasi saluran atau pengerukan sedimen yang lebarnya 50 cm hingga saluran sekunder. Kita siapkan 280 anggota Satgas,” katanya.
Untuk mengatasi banjir atau genangan, kata Fuad, pihaknya menyediakan Satgas Khusus yang bertugas dari sore hingga malam hari.
“Ini khusus mengawasi bangunan dan gedung pemerintah. Upaya lain dengan mengintensifkan gerakan bersih drainase dengan mengefektifkan partisipasi warga.
“Itu kelihatan ketika ada kerja bakti. Kita harap bisa menumbuhkan perilaku warga untuk menjaga lingkungan. Kita harap warga bisa berpartisipasi mengeruk sedimen. Nanti Satgas yang ambil sedimen dan mengangkutnya. Jadwal yang di sediakan adalah Sabtu dan Minggu. Saat musim hujan, apalagi saat pasang, yang namanya genangan tak bisa dihindari. Namun setelah air pasang normal, maka genangan atau banjir akan segera surut alias air mengalir dengan lancar,” katanya.
Adapun peralatan atau sarana yang telah dimiliki PU untukl mengatasi banjir seperti crane 1 unit, dum truk 18 unit dan ekskavator amphibi.
Selain untuk rehabilitasi drainase, Pemkot Makassar juga mengusulkan pembangunan tiga pintu air ke pemerintah pusat.
“Kita usul pembangunan tiga pintu air seperti Sinrijala, Pannampu dan Jongaya. Nilai anggarannya Rp230 milliar,” kata Fuad lagi.
Bukan itu saja, untuk menormalisasi kanal, Pemkot juga mengusulkan pembuatan jaring sampah di kanal ke pihak Balai Besar Pompengan karena kanal adalah kewenangan Balai Besar Pompengan.
“Tapi Pemkot yang melakukan pemeliharaan. Anggaran diusulkan pada APBD Pokok 2016,” terang Fuad.
Terpisah, Kepala Seksi Bangunan Air Dinas PU Kota Makassar, H Khaeruddin mengatakan, untuk penanganan banjir, khusus bangunan air tidak ada anggaran di APBD Perubahan.
“Nanti di APBD Pokok 2016 baru ada. Saat ini yang ada kegiatan Satgas galian sedimen. Itu yang jalan untuk penyesuaian kegiatan. Penggalian sedimen di semua kecamatan. Pengerukan sedimen ini untuk menangani saluran yang ukurannya di atas 50 cm,” terang Khaeruddin.

Siaga Banjir

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Syahruddin menegaskan, dalam waktu dekat BPBD Kota Makassar akan melakukan sosialisasi dan duduk bersama dengan stakeholder untuk membantu penanganan banjir.
BPBD akan melakukan pembahasan dengan TNI, Polri, Basarnas, Dinas Kesehatan, Dinas PU, Dinas Sosial dan dari BMKG untuk membentuk suatu komando dalam penangan banjir.
“Dalam waktu dekat kami akan duduk bersama untuk dapat mengkomandoi kegiatan penanggulanngan bencana banjir, apalagi pak wali sudah beri waktu kalau bukan Rabu, hari Kamis baru bisa dilaksanakan,” ujar Syahruddin, Senin (16/11) .
Soal persediaan bantuan logistik, kini BPBD telah menyediakan selimut, sarung, pakaian anak-anak sampai pakaian orang dewasa.
“Itu bantuan semua diambil dari anggaran APBD 2015 sekitar Rp400 juta seperti apa yang telah ditentukan. Tapi itu anggaran juga akan dikembalikan jika tidak digunakan, apalagi banjir di Makassar diperkirakan sudah tidak ada lagi dan kemungkinan anggaran ini dikembalikan,” katanya.
Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal mengaku pihaknya telah melakukan berbagai macam cara untuk dapat mengatasi banjir yang sering terjadi di Makassar dengan melakukan penggalian drainase, pengangkatan sedimen, pembenahan koneksi drainase dan pembentukan satgas banjir.
“Kami juga berharap PU dapat terus mengoptimalkan dan terus menggenjot pengerjaan drainase dan pengangkatan sedimen untuk dapat memantu penanggulan banjir di Makassar,” katanya.
Selain PU, dia juga menghimbau camat dan lurah rajin turun langsung melakukan pembersihan drainase yang ada di wilayahnya untuk memberi contoh ke semua komponen masyarakat dan mampu menggerakkan partisipasi masyarakatnya.
“Camat dan lurah juga itu saya himbau harus rajin turun langsung membersihkan drainase di wilayahnya, jangan masyarakatnya saja yang disuruh baru dia santai santai ji ditempat mana,” pungkasnya.
Lalu kapan puncak musim hujan di Makassar? Kepala Sub Bidang Pelayanan Jasa BMKG Makassar, Sujarwo menegaskan, saat ini sudah masuk musim hujan. Dan puncak hujan akan terjadi pertengahan Desember.
“Soal angin puting beliung kemungkinan peluangnya cukup besar. Apalagi dimasa seperti ini masih peralihan. Meski demikian kondisi kecepatan angin masih tetap normal,”terangnya. (arf-ucu/cha/b)

Exit mobile version