Site icon Berita Kota Makassar

RSUD Syekh Yusuf Gowa Raih Akreditasi Penuh

GOWA, BKM — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syekh Yusuf Kabupaten Gowa kini telah menyandang akreditasi lima layanan kemudian berlanjut meraih akreditasi penuh Rumah Sakit Umum (RSU)12 layanan.
Akreditasi ini berkat adanya perubahan paradiqma dimana pola layanan berubah yang tadinya berfokus pada keselamatan petugas saja, kini juga fokus pada keselamatan pasien yang dikenal dengan istilah akreditasi RSU versi 2012.
Direktur RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa, dr H Salahuddin, MKes mengatakan, maksud berfokus yakni bagaimana meningkatkan mutu pelayanan RSU dan menjaga keselamatan pasien. ”Kita targetnya akreditasi di tahun 2016 dan saat ini kita sedang berproses untuk mengikuti survey penilaian di tahun 2016. Dan untuk memenuhi standar akreditasi itu ada beberapa pembenahan yang dilakukan yang pertama dokumen dimana ada SOP-SOP yang difokuskan untuk pasien,” jelas direktur.
Pembenahan sarana prasarana juga menjadi fokus pembenahan. Contoh yang paling sederhana adalah standar cuci tangan. Kalau dulu wastafel hanya ada di nurse station, sekarang satu wastafel maksimal untuk dua tempat tidur. Di RSUD Syekh Yusuf ruangan yang memenuhi standar itu hanya ruangan ICU karena ruangan ICU adalah bangunan baru. Di ICU itu ada empat unit wastafel untuk delapan tempat tidur. ”Kalau RSUnya kaya, bisa satu wastafel satu tempat tidur,” jelas direktur.
Kemudian kata, dr H Salahuddin, perubahan perilaku petugas juga menjadi perhatian. Petugas rumah sakit sebelum menyentuh pasien harus cuci tangan dulu. Dengan pola rutin mencuci tangan sebelum dan sesudah melayani pasien yang satu maka bisa menjadi upaya tidak menjembatani penularan kuman ke pasien lainnya. ”Maka saat ini salah satu kegiatan kita adalah mensosialisaksikan gerakan cuci tangan,” urai dr H Salahuddin.
Ke depan nantinya semua pasien akan diberikan gelang identitas. Kalau saat ini yang memiliki gelang identitas hanya bayi baru lahir, maka sekarang gelang identitas ini akan dipakaikan pula pada seluruh pasien yang dirawat. kalau pasien lakilaki gelangnya berwarna biru dan pasien perempuan berwarna pink. Terus jika pasien itu juga menderita alergi maka dia diberi lagi gelang identitas lainnya sehingga gelangnya menjadi dua. Hal sama diberlakukan pada pasien yang berisiko jatuh, gelangnya akan ditambah lagi sesuai kondisi yang dialaminya. Untuk saat ini alat belum tersedia, maka sementara masih dalam bentuk sosialisasi saja.
Kontinuitas pelayanan pun akan makin ditingkatkan. Artinya, RSUD Syekh Yusuf hanya bisa menerima pasien jika bisa memenuhi kebutuhannya, Artinya lagi pihak rumah sakit baru bisa menerim pasien rujukan jika kebutuhan pasien ituada di RSU. ”Misalnya ada rujukan dari puskesmas dengan pasien berpenyakit di bagian otak sementara kita tidak memiliki dokter ahli saraf. Maka petugas rumah sakit tidak serta merta juga merujuk ke rumah sakit lainnya, tapi melakukan tindakan penyelamatan kemudian mengkoordinasikan ke dokter saraf di rumah sakit lainnya. Jika itu sudah tersedia, maka rujukan bisa dilakukan ke rumah sakit tersebut. Jadi kita tidak bisa merujuk pasien keluar sebelum ada jaminan diterima di rumah sakit lainnya. Ini dilakukan supaya tidak ada kesan pasien dipingpong. Selama inikan imagenya begitu. Sekarang ada rujukan berjenjang dimana pihak rumah sakit yang melakukan komunikasi dengan pihak rumah sakit yang akan menerima rujukan, jadi bukan lagi pasien yang setengah mati ke sana kemari mengurus ke rumah sakittempat ia dirujuk,” kata dr H Salahuddin.
Selain itu, pasien yang pulang ke rumah itu belum tentu sakitnya sembuh 100 persen. Tapi pasien diberi perawatan berobat jalan. Puskesmas juga harus memastikan bahwa kebutuhan pasien itu tersedia di puskesamsnya.
”Makanya harus dijelaskan dan itu menjadi satu kewajiban petugas puskesmas atau rumah sakit. Jadi pasien harus tetap dalam kontrol dan pasien tidak boleh pulang tanpa konsultasi dengan petugas rumah sakit. Jadi disini ada pelayanan edukasi dimana harus dilakukan penjelasan informasi kepada pasien dan keluarga, itu sangat ditekankan.
Jika ada pasien baru masuk maka terlebih dahulu harus dijelaskan hak-hak dan kewajibannya sebagai pasien sehingga komunikasi berjalan,” jelasnya.
Seorang petugas medis juga harus menerima kondisi pasien. Komunikasi inipun berjalan sesuai urutannya yakni urutan keluarga yang pertama adalah pasien itu sendiri. Jika pasien tidak mampu berkomunikasi karena penyakitnya berat, maka komunikasi itu dilakukan kepada keluarga paling dekat dengan pasien seperti orangtua, istri atau suami atau anak. Jangan mengkomunikasikan kondisi pasien dengan sepupu pasien sebab bisa jadi kedatangan sepupu pasien tidak akan rutin sehingga komunikasi yang ada tidak tersambung baik.

“Sama halnya jika akan mengkomunikasikan soal rencana operasi seorang pasien. Maka rencana operasi itu harus dikomunikasikan baik, apa gejala penyakitnya, kenapa harus dioperasi dan apa risikonya kalau tidak dioperasi. Komunikasi informasi ini harus disertai tandatangan sehingga ada bukti bahwa antara petugas dengan pasien memang ada komunikasi informasi,” paparnya.
Tuntutan akreditasi RSU tahun 2016 ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami karena sangat dibutuhkan perubahan pola pikir dari paramedis dan dokter. Tetutama masalah komunikasi sehingga tidak ada lagi saling tuding bahwa ini kesalahan pihak rumah sakit atau sebaliknya. Hingga saat ini RSUD Syekh Yusuf yang sudah bertipe B ini semakin berupaya meningkatkan pelayanannya kepada publik. Dari kurun tahun 2010 lalu, RSUD Syekh Yusuf mulai meniti prestasi antara lain telah meraih piagam penghargaan tingkat madya Citra Pelayanan Prima tahun 2010. Menyusul tahun 2012 RSU Syekh Yusuf meraih Akreditasi Penuh RS 12 layanan dan tahun 2013 meraih Pelayan Publik Terbaik kategori Bidang Kesehatan.
”Insya Allah semoga di hari jadi Gowa ke-695 ini RSUD Syekh Yusuf mampu mencapai akreditasi yang lebih baik di tahun 2016 mendatang. Kita berharap dengan dukungan dokter 46 orang (30 orang diantaranya adalah dokter spesialis), perawat 218 orang serta 205 unit fasilitas tempat tidur, apa yang menjadi keinginan kita agar RSU ini menjadi pusat layanan terbaik dapat kita raih lebih baik lagi,” kunci dr H Salahuddin. (sar-ril/c)

Exit mobile version