MAKASSAR, BKM–Pemilukada tinggal 22 hari lagi, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mulai memperketat pengawasan agar pelanggaran pelaksanaan Pemilukada dipersempit. Dari pengawasan tersebut, ternyata Bawaslu RI mencurigai adanya keganjilan, seperti daftar pemilih yang mengalami lonjakan hingga 10 persen di setiap pelaksanaan Pemilukada.
Koordinator Devisi Pencegahan, Hubungan antar lembaga masyarakat Bawaslu RI, Nasrullah mengungkapkan pihaknya mencurigai adanya masalah dalam DPT di Gowa. Alasannya setiap pesta demokrasi tingkat Kabupaten terjadi lonjakan daftar pemilih yang didata KPU Gowa. ” Pilkada Gowa ini menyimpan masalah, seperti masalah data pemilih yang kami anggap masih misterius. Masa setiap Pilkada, kok daftar pemilih mengalami peningkatan. Sementara kalau Pemilu ataupun Pilpres daftar pemilih selalu turun,” ujarnya saat ditemui saat rapat koordinasi stakeholder pengawasan tahapan pilkada 2015 di Hotel Horison Panakukkan Makassar, Selasa (17/11)
Menurut Nasrullah, pihaknya akan memperhatikan Gowa dalam bentuk pengawasan. Antisipasi kecurangan yang dilakukan Bawaslu adalah dengan memeriksa nama, tanggal, alamat, dan Nomor Identitas Kependudukan (NIK). ” Kalau ada ditemukan nama, tanggal lahir, alamat sama, tapi NIK berbeda ini patut dicurigai. Terus kalau ada NIK yang jumlah digitnya lebih dari 16 dalam KTP itu juga harus diwaspadai,” ungkap Nasrullah yang akan memantau pemilih yang akan menggunakan surat domisili. (jun/rif/c)