MAKASSAR, BKM — Jelang hari raya natal 2015 dan tahun baru 2016, kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional mengalami kenaikan.
Harga kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan yakni daging ayam serta sembilan bahan pokok (Sembako) meliputi tomat, cabe rawit, lombok besar, bawang merah dan bawang putih.
Dari pantauan BKM, harga tomat naik dari Rp10 ribu perkilonya menjadi Rp12 ribu perkilonya. Lombok besar dari Rp15 ribu perkilo, sekarang Rp25 ribu, lombok kecil dari Rp20 ribu naik menjadi Rp30 ribu, Bawang merah dari Rp24 ribu menjadi Rp28 ribu.
Sedangkan bawang putih yang dulunya Rp25 ribu, naik menjadi Rp30 ribu.
Selain kenaikan harga sembako, harga daging ayam juga naik dari Rp45 ribu menjadi Rp50 ribu muntuk berat 2 kilogram.
Kadir salah seorang pedagang di pasar tradisional Toddopuli Makassar membenarkan kenaikan harga kebutuhan pokok. Menurutnya, setiap menjelang hari raya harga bahan pokok memang melabung tinggi.”Lazim ji setiap menjelang hari raya kebutuhan pokok naik, termasuk harga daging sapi dan ayam. Usai perayaan biasanya harga kembali normal, karena permintaan mulai menurun,” jelas Kadir, Selasa (17/11).
Hal senada dikatakan, Isnawati salah seorang pedagang ayam potong di Pasar Toddopuli. Menurutnya, kenaikan daging ayam potong diperkirakan terus meningkat hingga perayaan Natal dan tahun baru. Meski demikian, ia mengaku kenaikan daging ayam potong tidak membuat peningkatan pembeli menurun.
“Tidak adaji kayaknya penurunan pembeli, karena ini juga waktunya,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Perlindungan Konsumen dan Kemetrologian Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Makassar, Sri Rejeki, mengatakan, pengawasan atau monitoring harga-harga sembako dilakukan secara intens, minimal dua kali dalam seminggu. Pengawasan tersebut dilakukan oleh tim khusus yang dibentuk oleh disperindag.
Setidaknya terdapat delapan pasar tradisional yang secara berkala dipantau tim tersebut. Pasar tradisional tersebut meliputi, Pasar Sentral, Pasar Pabaeng-baeng, Pasar Pannampu, Pasar Baru (Jalan Slamet Riyadi), Pasar Toddopuli (Panakkukang), Pasar Sambung Jawa (Jalan Cenderawasih), Pasar Maricaya (Jalan Veteran Selatan), dan Pasar Terung.
“Monitoring harga sembako di delapan pasar tradisional itu dilakukan dua kali seminggu, yakni setiap Selasa dan Kamis,” ujar Sri Rejeki. (arf/war/c)