Site icon Berita Kota Makassar

Listrik Selalu Padam, Alat Elektronik Rusak

MALILI, BKM — Sejumlah warga dari Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur mendatangi kantor Perusahaan Listrik Negara (PLN) ranting Tomoni di Kecamatan Mangkutana, Senin (16/11) malam. Kedatangan puluhan warga ini disebabkan karena kerapnya terjadi pemadaman lampu di wilayah tersebut.
Mantan Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Luwu Timur (IPMA Lutim) Eko Saputra mengaku kesal dengan sikap pihak PLN. Sebab mereka pernah peduli dengan kerusakan alat elektronik milik warga yang disebabkan seringnya mati lampu.
“Ini lucu, ketika warga terlambat melunasi pembayaran listrik, konsekuensinya adalah penyegelan. Sementara jika alat elektronik warga rusak akibat seringnya pemadaman listrik, tidak pernah ada kompensasi dari PLN untuk pelanggan,” cetus Eko.
Dirinya juga menyayangkan nomor pengaduan pelanggan ke PLN. Setiap kali dihubungi oleh warga, nomor tersebut selalu tidak aktif atau diluar jangkauan.
“Malam ini sudah lima kali terjadi pemadaman listrik. Kita coba menghubungi nomor pengaduan PLN namun tidak aktif,” ketusnya.
Eko mendesak pihak PLN agar segera membenahi kerusakan jaringan, jika hal tersebut mengakibatkan padamnya lampu di wilayah Luwu Timur, khususnya di Kecamatan Wotu. “Pihak PLN harus segera melakukan pembenahan dan perbaikan akibat seringnya pemadaman. Kami akan melakukan aksi demonstrasi dalam waktu dekat ini jika tidak ada tindakan nyata dari PLN,” tandas Eko.
Sementara itu, Kepala PLN Ranting Tomoni Faisal membenarkan terjadinya pemadaman listrik di wilayah Wotu. Namun dia berdalih, pemadaman tersebut bukan karena kesengajaan, melainkan adanya kerusakan pada Pembangkit Listrik Mikro Hidro (PLTMH) Siteba, yang terjasi sejak 5 November lalu.
”Untuk sementara, PLTMH Siteba tidak bergabung. Bendungannya bocor. Padahal kontribusi daya sangat besar,” ungkap Faisal via telepon, kemarin.
Untuk mengantisipasi terus berlanjutnya pemadaman, PLN saat ini mulai melakukan mobilisasi mesin genset dalam rangka persiapan Pilkada. “Mesinnya sudah disetujui. Nantinya akan disimpan di Tomoni. Sementara untuk di Cakaruddu, mesin genset sudah ada masuk enam unit,” terangnya. (alp/rus/c)

Exit mobile version