Site icon Berita Kota Makassar

LSKP dan KPU Kaji Turunnya Pemilih di Makassar

MAKASSAR, BKM–KPU Makassar menggandeng Lembaga Studi Kebijakan Publik (LSKP) melakukan publikasi hasil riset partisipasi pemilu 2014, Selasa (17/11).
Dalam diskusi tersebut, KPU dan LSKP mengkaji turunnya partisipasi pemilih di Kota Makassar ditengah upaya meningkatkan kualitas pemilu.
Data yang ada, tingkat partisipasi pemilih sejak pemilu 1999 hingga pemilu 2014 bergerak fluktuatif. Pada pemilu 2009 partisipasi pemilih menurun 10 persen.
Pelaksanaan riset tentang partisipasi pemilih menggunakan anggaran yang bersumber dari APBN yang tertuang dalam DIPA sekretariat KPU Makassar.
Riset ini merupakan kegiatan nasional yang dilakukan di seluruh kabupaten kota, khusus kota Makassar bekerjasama dengan LSKP dan LSKP bekerja sama dengan KPU Provinsi Sulsel.
Direktur LSKP Sulsel, Salma menyampaikan dari riset tersebut, LSKP dapat mengetahui grafik partisipasi pemilih yang menurun serta kenapa penurunan itu terjadi. “Dalam hal ini kita membahas kehadiran dan ketidak hadiran pemilih, khusus kota Makassar bagaimana kehadiran dan ketidak hadiran pemilih, maka kami mengadakan riset. Riset hanya satu bulan, lalu dibentuk tim dengan metode kualitatif, kenapa minat pemilih menurun, kenapa dapat undangan dan tidak dapat tetap acuh, lebih baik melakukan kegiatan rutinitasnya, nah LSKP menyarankan kepada KPU perlu melibatkan organisasi, tokoh masyarakat dan tokoh agama. “Riset minat pemilih yang menurun ini akan kelihatan kenapa minat pemilihan tidak pernah mencapai 75 persen,” ujar Salma.
Adapun data partisipasi pemilih Makassar 2004 pada pilpres 2014 lalu turun dari 75,92 persen menjadi 54,24 persen. (jun/rif/c)

Exit mobile version