Site icon Berita Kota Makassar

PU Normalisasi Drainase, BPBD Gencar Simulasi

Makassar terus berbenah. Memasuki musim penghujan tahun ini, Pemerintah Kota Makassar intensif melakukan normalisasi drainase. Sedikitnya ada 30 drainase yang mengalami perbaikan serta perluasan.

Laporan: Juni Sewang-Muh Yusuf

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai turun lapangan melalakukan sosialisasi di seluruh kecamatan dan kelurahan di Makassar.
“Kami gencar melakukan sosialisasi. Salah satunya memberikan motivasi kepada masyarakat luas untuk senantiasa menjaga kebersihan drainase yang ada di sekitar wilayahnya. Ini sangat penting agar supaya air bisa mengalir lancar pada saat musim penghujan. Bukan hanya itu, tumpukan sampah serta sedimen di selokan warga juga dibersihkan. Caranya dengan menggalakkan kerja bakti di setiap kelurahan,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan BPBD Makassar, Amran.
Menurut Amran, antisipasi bencana sangat penting. Selain sosialisasi, BPBD Makassar juga melakukan berbagai macam pelatihan serta simulasi tentang penanganan banjir. ”Kami juga sudah memetakan wilayah yang rawan banjir,” katanya.
Dengan pelatihan dan simulasi, kata Amran, masyarakat akan paham serta tidak panik jika bencana banjir tiba-tiba melanda. ”Kami sudah menentukan tempat-tempat evakuasi yang aman dan tepat bagi masyarakat,” ucapnya.
Tempat evakuasi yang disediakan antara lain, sekolah, puskesmas, tempat ibadah baik itu masjid atau gereja serta lapangan yang terbuka yang mudah diakses masyarakat serta tim medis.
“Saat ini kami juga sudah membentuk posko 24 jam 7 hari yang dimana posko itu tidak pernah tutup dan doijaga beberapa relawan ditempat yang rawan banjir,” paparnya.
Husain, warga Jongaya Kecamatan Tamalate mengaku rutin melakukan kerja bakti bersama warga membersihkan drainase. Menurut dia, genangan air di beberapa ruas jalan di Kumala selalu terjadi saat musim penghujan. Selain mengganggu pengendara, kata dia, genangan juga mengakibatkan jalan rusak.
Hal senada diungkapkan Rahman, warga Bumi Tamalanrea Permai (BTP). Menurut dia, warga harus bersatu melakukan kerja bakti. Apalagi, sebagian wilayah BTP, khususnya adalah langganan banjir. ”Tamalanrea dan Biringkanaya adalah kecamatan rawan banjir. Makanya, masyarakat harus kompak untuk selalu kerja bakti membersihkan selokan,” kata dia. (b)

Exit mobile version