JENEPONTO, BKM — Sedikitnya 50 orang remaja masjid mengikuti pembekalan pembinaan mental dan spiritual (Mujahid Da’wah) yang digelar Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Cabang Jeneponto.
Pembekalan berlangsung di Masjid Agung, Jalan Lanto Daeng Pasewang, Belokallong, Kelurahan Balang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Rabu (18/11).
Pembekalan dihadiri Sekretarus Kabupaten Jeneponto, Muh Syarif didampingi Ketua BKPRMI Jeneponto, Amin Jalle, Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra), Salamuddin.
Dalam arahannya, Sekkab menyampaikan, bahwa pemuda telah membuktikan dirinya sebagai sosok manusia energik, penuh semangat dan serba ingin tahu. Untuk itu, potensi yang pada para pemuda, harus diarahkan dan dikembangkan agar lebih produktif, sehingga dapat menghasilkan karya terampil dan profesional, khususnya dalam mendorong terbentuknya pemerintahan yang baik.
“Memeng perlu diarahkan, sehingga tidak hanya produktif namun juga mnenjadi penguatan daya saing daerah menuju masyarakat Jeneponto yang sejahtera,” jelas Sekkab.
Lanjutnya, dijabarkan dalam meningkatkan kualitas kehidupan beragama. Hal ini agar pemuda Jeneponto terhindar dari pengaruh dari perilaku yang menyimpang, baik norma adat maupun agama dan hukum.
“Peningkatan kualitas pemuda dari segi agama bertujuan agar pemuda terhindar dari perilaku negatif, seperti penyalah gunaan narkoba, seks bebas dan lainnya. Itu semua dibentengi dengan Agama,” kunci Syarif.
Mewakili Pemkab Jeneponto, Syarif berharap pembekalan dan pelatihan dapat benar-benar memberikan kontribusi kepada seluruh peserta.
“Saya menitipkan pesan agar dalam penyajian materi kiranya yang mudah dicerna saja, praktis dan tidak sulit untuk dipraktekkan. Kepada para peserta agar aktif dan tekun mengikuti seluruh rangkaian materi, agar berguna dan bermanfaat bagi terujudnya Jeneponto “Gammara”,” harap Syarif.
Sementara itu, Ketua BKPRMI Jeneponto, Amin Jalle mengatakan, para peserta akan mengikuti lima bidang materi. Materi tersebut bertujuan untuk membentengi pemuda di Jeneponto dari hal-hal negatif.
“Harus dibekali dengan pengasahan mental spritual agar tidak terjerumus ke lembah narkoba dan seks bebas. Kaeran kedua hal ini yang paling diresahkan masyarakat kita,” jelas Amin Jalle. (krk-ril/c)