MAKASSAR, BKM — Setelah direncanakan cukup lama, jalan tembus Asrama Haji-Bandara Internasional Sultan Hasanuddin mulai akan dikerjakan Desember mendatang. Dinas Bina Marga menargetkan pekerjaan itu bisa rampung hingga akhir Desember mendatang.
Kepala Dinas Bina Marga Sulsel, Amin Yakop, menjelaskan, pihaknya sudah merampungkan pembebasan lahannya sehingga tidak ada persoalan lagi untuk membangun jalan tembus sepanjang 350 meter itu.
Sebanyak 30 bidang tanah dengan 19 orang pemilik lahan dibebaskan untuk jalan itu. Sebanyak 26 bidang berada di wilayah Maros, tepatnya di Desa Bajimangai Kecamatan Mandai.
Pemilik 26 bidang lahan ini sudah dibayarkan di Kantor Dinas Bina Marga, Kamis 19 November (kemarin).
“Sisanya, empat bidang akan dibayarkan pekan depan bersamaan dengan pembayaran lahan jalan Rumah Sakit Sayang Rakyat, pekan depan,” kata Amin Yakop.
Dia melanjutkan, proyek ini menelan anggaran sebesar Rp7 miliar. Terbagi atas Rp3,5 miliar lebih pembebasan lahan dan Rp3,5 miliar untuk pekerjaan fisik.
Mantan Kadis PSDA Sulsel ini melanjutkan, saat ini pekerjaan di lapangan sedang berlangsung. Dimulai dengan pembersihan lahan untuk masuk konstruksi jalan.
Sementara itu, Kabid Pembangunan Dinas Bina Marga, Haikal Hasan menambahkan, jalan yang akan dibuat selebar delapan meter. Terdiri atas 100 meter konstruksi rigid beton. Sisanya sepanjang 150 meter hanya aspal.
“Bagian kita hanya 350 meter itu. Jadi kita bobol gerbang asrama sampai gerbang bandara. Di dalam kawasan bandara sampai run way, itu bagian pihak Angkasa Pura,” terangnya.
Untuk mengebut pelaksanaan, proyek yang dikerjakan PT Wing Wahana dikerjakan malam hari. Proyek ini memang mendesak lantaran targetnya musim haji tahun depan sudah dilalui rombongan jemaah calon haji.
Kehadiran jalan pintas ini akan menjadi akses jamaah haji dari dan ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
“Jadi jamaah haji nantinya tidak perlu memutas lagi dari Asrama Haji menuju bandara. Tidak perlu menghadapi kemacetan di Perintis,” pungkasnya. (rhm/war/b)