Site icon Berita Kota Makassar

Dirut RSUD LDP Mengaku Diteror

JENEPONTO, BKM — Direkrut Rumah Sakit Umum Daerah Lanto Daeng Pasewang (RSUD-LDP) Jeneponto, Iswan Sanabi mengaku mendapat teror dari dua orang yang mengaku anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
Iswan mengaku didatangi dua orang tersebut beberapa hari lalu untuk menanyakan masalah pengelolaan keuangan rumah sakit.
Awalnya kata Iswan menerima keduanya dengan baik, namun setelah beberapa saat bicara, Iswan mengaku diancam dan dituduh telah menghabiskan uang rakyat miliaran rupiah. Hanya saja, pertanyaan itu, lanjut Iswan tidak didasari alasan yang jelas.
“Mereka datang mengaku sebagai LSM. Terus mereka teror saya, dan menuduh kalau saya gunakan uang rumah sakit miliaran. Keduanya mempertanyakan kemana uang itu. Saya bingung karena pertanyaan itu mungkin salah sasaran. Mungkin yang dimaksud bukan saya,” beber Iswan kepada media, Selasa (17/11).
Selain tudingan penggelapan uang, kedua orang yang mengatasnamakan LSM itu juga membawa foto sampah yang berserakan di rumah sakit. Keduanya pun kembali melontarkan nada ancaman kalau kondisi rumah sakit yang dipimpin Iswan telah melanggar Undang-Undang Lingkungan Hidup.
“Mereka bawa foto terus bentak-bentak saya. Saya kemudian bertanya kepada mereka ada apa ini?,” ujar Iswan, tanpa menjelaskan nama LSM kedua orang tersebut.
Akibat peristiwa ini, Iswan mengadu ke Badan Kesatuan Bangsa dan Linmas Jeneponto serta aparat kepolisian untuk melakukan penertiban LSM yang dinilainya tidak bekerja secara profesional.
“Saya akan laporkan persitiwa ini ke Kesbang dan Polisi. Ini sudah mencederai LSM itu sendiri. Kami tidak ingin pekerjaan kami terganggu karena hanya ulah LSM abal-abal. Kami sangat sendang dan terbuka jika LSM yang datang memang resmi dan terdaftar di Kesbang,” keluh Iswan.
Sementara itu, Sekretaris Kabuapten (Sekkabp) Jeneponto, Muh Syarif, yang dikonfirmasi terkait hal ini meminta seluruh institusi di Kabupaten Jeneponto untuk tidak meladeni LSM yang datang mempertanyakan kasus.
“Tidak usah diladeni rekomondasikan saja ke staffnya, baru katakan mohon maaf saya lagi sibuk. Kalau mereka masih ngotot, panggil polisi, karena memang kehadiran mereka sudah sangat meresahkan. Mereka hanya mencari-cari kesalahan yang tidak mendasar dan melakukan pengancaman disertai pemerasan,” tegas Muh Syarif. (krk-ril/b)

Exit mobile version