Site icon Berita Kota Makassar

2016, Seluruh Camat Kelola Proyek Sendiri

LUWU, BKM — Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemkab Luwu tahun 2016 berhasil menembus angka Rp1,4 triliun. Pengalokasiannya akan disebar di seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) hingga kecamatan dan desa.
Bupati Luwu Andi Mudzakkar kepada BKM, Minggu (21/11) menegaskan, tahun depan pihaknya fokus untuk program membangun desa menata kota.
Dijelaskan, ketika resesi ekonomi terjadi, pihaknya mearsa beruntung. Sebab Pemkab Luwu telah mecanangkan program membangun desa demi kemandirian desa.
”Khusus untuk tahun 2016 mendatang, posisi kepala kecamatan (camat) statusnya sama dengan SKPD. 22 wilayah kecamatan di Luwu bisa mengelola proyek sendiri dan mengangkat PPK,” jelas Cakka, sapaan akrab Bupati.
Dia kemudian mencontohkan pembangunan plat deker di wayah kecamatan, drainase, rehab kantor lurah dan pembangunan lapangan sepakbola. ”Karena itu, di tahun 2015 ini setiap wilayah kecamatan kita kucur anggaran sebesar Rp310 juta. Bahkan jika masih ada program yang signifikan, saya wajibkan camat bersangkutan melakukan ekspose lalu kita tambah anggarannya. Apalagi program itu memang pro rakyat,” kata Bupati Luwu dua periode ini.
Tujuan lainnya, kecamatan dibuat modelnya sama seperti SKPD untuk memberi peran lebih produktif buat PNS yang bertugas di kecamatan. Dengan pemberdayaan PNS dapat mencegah keinginan untuk pindah tugas ke pusat pemerintahan kabupaten di Belopa.
Masih menurut Cakka, bukan hanya wilayah kecamatan yang dikucur anggaran. Tapi juha pedesaan mendapat anggaran melalui Alokasi Dana Desa (ADD) permanen, sehingga seluruh desa dapat bergerak maju, khususnya pembenahan infrastruktut jalan dan jembatan. ”Termasuk plat deker yang saya sebut tadi,” tandas
Cakka.
Ketua DPRD Luwu Andi Muharir mengaku telah menjadwalkan penetapan APBD pokok tahun 2016 pada 30 November mendatang. ”Pembehasannya sedang digenjot oleh teman-teman di komisi dan fraksi. Kita jadwalkan pada 30 November akhir bulan ini bisa disahkan,” kata Andi Muharir. (wan/rus/c)

Exit mobile version