MAKASSAR, BKM — Ratusan anak yang didampingi orang tuanya “menyerbu” Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar, Jalan Inspeksi PAM (Antang), Minggu (22/11). Mereka menyerbu kampus bukan untuk menggelar demo, tetapi untuk mendapatkan giliran pada kegiatan sunnatan massal.
Kegiatan tersebut sebagai bentuk kegiatan sosial dan kepedulian mahasiswa STIBA Makassar kepada masyarakat.
Ditemui di lokasi kegiatan, Kahar, Ketua Panitia Sunnatan Massal STIBA Makassar mengatakan, kegiatan sunnatan massal yang diikuti sebanyak 104 anak merupakan kegiatan perdana atau pertama kali dilakukan STIBA Makassar.
“Kegiatan sunnatan massal baru pertama kali diselenggarakan. Meski begitu, kita berharap kedepannya, STIBA akan terus melakukan kegiatan sosial seperti ini dan peserta jauh lebih banyak dari sekarang,” pungkasnya.
Di tempat yang sama, Fathir, peserta sunnatan,terlihat begitu tegang menunggu nomor antriannya. Meski tegang, ia mengaku senang setelah disunnat.
“Awalnya takut saya rasa kak, setelah itu tidak lagi. Senang, karena bisa disunnat gratis,” ungkapnya.
Berbeda dengan Fathir, Dani, peserta sunnatan lainnya menggaku tidak takut sama sekali.
“Tidak takut ja disunnat, karena kalau takutki disunnat nanti besar tidak disunnat-sunnat maki,” katanya.
Dari pantauan BKM, ratusan anak yang mengikuti acara sunnatan massal terlebih dulu diharuskan untuk wudhu. Selanjutnya, peserta kemudian diberikan sarung dan menunggu nomor urutannya disebut.
Didalam ruang sunnat, terlihat sejumlah peserta yang terbaring diatas ranjang memejamkan mata mereka dan mengepalkan tangan sambil menahan rasa sakit yang dirasanya.
Tak sedikit juga, sebagian peserta ada yang menangis memanggil orang tuanya karena panik melihat suntik dan gunting yang diletakkan di atas meja pas disamping kepalanya.
“Semoga STIBA Makassar dapat terus melakukan kegiatan sosial seperti ini untuk masyarakat,” kata Rosni, salah satu orang tua anak. (arf/war/c)