JAKARTA, BKM — Sebanyak delapan bank di Indonesia menjadi lembaga keuangan pertama yang menerapkan program untuk perbankan berkelanjutan. Program yang diusung Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini sesuai dengan butir-butir dalam Sustainable Development Goals (SDGs).
Lembaga jasa keuangan perbankan yang telah menandatangani green banking pilot project, masing-masing PT Bank Artha Graha Internasional Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank BRI Syariah, PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Mualamat Indonesia, serta PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk.
”Tentunya ini menjadi peluang bagi seluruh industri jasa keuangan untuk turut mendukung dan menyukseskan pembangunan secara berkelanjutan secara nasional dan dalam bentuk kerjasama regional dan global,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad di Jakarta, Senin (23/11).
Muliaman mengatakan, program keuangan berkelanjutan ini tidak hanya berupaya meningkatkan porsi pembiayaan pada sektor-sektor prioritas yang memiliki multiplier effect tinggi, seperti sektor energi, infrastruktur, industri pengolahan, pertanian, dan UMKM. Program ini juga dimaksudkan meningkatkan daya tahan dan daya saing lembaga jasa keuangan Indonesia.
Pendanaan kepada sektor-sektor yang memiliki multiplier effect yang besar dapat mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan. Untuk menghindari bubble ekonomi, sektor finansial harus berjalan seiring dengan sektor riil. ”Sesuai fungsi intermediasi yang dijalankan industri jasa keuangan, sektor keuangan berperan penting sebagai agen yang mempercepat pembangunan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Muliaman. (*mir)
Delapan Bank Terapkan Program Perbankan Berkelanjutan

Delapan Bank Terapkan Program Perbankan Berkelanjutan