JENEPONTO, BKM — Ratusan massa pendukung bakal calon kepala desa (Balondes) Allu Tarowang, Kecamatan Tarowang bersama massa dari Balondes Bontomanai, Kecamatan Bangkala, kemabali menggelar aksi unjuk rasa di kantor DPRD Jenepono, Selasa (24/11).
Kedua pendukung Balondes menagih janji wakil rakyat yang sebelumnya akan memfasilitasi aspirasi mereka ke pihak eksekutif.
Balondes Bontomanai, Rajadeng yang memprotes kebijakan Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kabupaten Jeneponto mendesak agar tahapan Pilkades di tempatnya dihentikan, karena diduga syarat dengan kepentingan.
“Lagi pula kalau dipaksakan dilakukan Pilkades di Bontomanai, saya tidak menjamin pendukung berbuat diluar kendali saya,” ancam Rajadeng
Selain Rajadeng, turut melayangkan protes, Balondes Allutarowang, Sudirman. Seperti Rajadeng, Sudirman juga mendesak agar tahapan Pilkades untuk sementara dihentikan, sebelum ada kejelasan lebih jauh terkait keputusan panitia Pilkades yang tidak meloloskan dirinya ke bursa calon kades.
“Karena saya tidak diloloskan sebagai calon kades, maka sebaiknya tahapan dihentikan dulu baik penyampaian visi misi dan pencabutan nomor,” tegas Sudirman
Aksi unjuk rasa ratusan pendukung kedua Balondes ini mendapat pengawalan ketat dari puluhan personil Polres Jeneponto, dipimpin Wakapolres, Kompol Muh Amin dan Kabag Ops, Kompol Catur BS.
Aspirasi massa pendukung diterima sejumlah legislator Jeneponto, Ibnu Hajar, Zainuddin Bata, Sofiyah, Sudirman Sijaya dan Muhammad di ruang aspirasi gedung DPRD Jeneponto.
Dihadapan demonstran, anggota DPRD Jeneponto, Zainuddin meminta kesempatan untuk menyelesaikan masalah ini.
“Kita ini semua keluarga, berikan saya kesempatan untuk menetapkan rapat dan hasilnya nanti disampaikan ke Panitia Pilkades Kabupaten. Jadi tolong bersabar. Sedikit nanti dikonsultasikan dengan Panitia Pilkades,” pinta Zainuddin Bata.
Sementara Ketua Komisi I DPRD Jeneponto, Ibnu Hajar mengaku sudah ada disposisi Pimpinan DPRD ke Komisi I untuk memanggil Ketua BPMPD Jeneponto, Muh Jafar Siama selaku Ketua Panitia Pilkades Kabupaten.
“Jadi kami sudah terima rekomendasi dari pimpinan untuk memanggil Ketua Panitia Pilkades, Muh Jufri untuk membicarakan persoalan ini. Rabu (hari ini) kita harap sudah ada hasilnya,” ungkap Ibnu Hajar.
Setelah mendapat kepastian agenda rapat, ratusan massa dari kedua Balondes membubarkan diri dengan tertib. Namun kedua pihak berjanji akan menggelar aksi serupa, jika agenda rapat yang dijanjijkan tidak juga terealisasi. (krk-ril/b)