PAREPARE, BKM — Piala Adipura yang berhasil diraih Kota Parepare tahun ini menjadi kebanggan tersendiri bagi pemerintah dan masyarakat. Tidak heran jika pada prosesi penyambutan di perbatasan Kota Parepare-Barru, Selasa (24/11), diikuti ribuan warga.
Piala dibawa langsung Wali Kota Dr HM Taufan Pawe dari Jakarta, setelah diterima dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, di Hotel Bidakara Jakarta, Senin (23/11) malam.
Bersama ribuan masyarakat Parepare, piala ini selanjutnya diarak melewati jalan protokol dalam kota. Sepanjang jalan masyarakat terlihat antusias melihat piala yang merupakan penghargaan kesepuluh kalinya diperoleh Kota Parepare sejak tahun 2004 itu. Arak-arakan berakhir di Rujab Wali Kota Parepare, sekitar pukul 17.00 Wita.
Kegiatan ini turut dihadiri pejabat Muspida, pimpinan instansi vertikal, pimpinan SKPD lingkup Pemerintah Kota Parepare, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda dan seluruh elemen masyarakat lainnya.
Arak-arakan didahului kendaraan pawai yang menampilkan Piala Adipura 2015. Di belakangnya berjejer jeep dan kendaraan pengiring lainnya. Tidak ketinggalan para pahlawan kebersihan, yakni para tukang sapu yang ikut ambil bagian dalam iring-iringan dengan menggunakan truk.
Prosesi penyambutan juga dilakukan Pemkot Parepare di Makassar sebelum piala dibawa ke Parepare. Seluruh camat dan lurah dilaporkan sejak pagi hari telah menanti kedatangan piala di bandara Sultan Hasanuddin Makassar.
Piala ini diterbangkan dengan pesawat Garuda GA608 dari Jakarta sekitar pukul 09.40 WIB, dan tiba di Makassar sekitar pukul 13.10 Wita.
Wali Kota HM Taufan Pawe mengatakan, keberhasilan Parepare meraih Adipura tahun ini tidak terlepas dari dukungan dan kerja keras semua pihak. “Keberhasilan ini merupakan bukti nyata dari konsep kepedulian terhadap kebersihan kota yang selama ini digalakkan Pemkot Parepare,” kata Taufan.
Dia mengungkap, penilaian Adipura tahun ini sangat berbeda dengan penilaian Piala Adipura tahun-tahun sebelumnya. “Penilaiannya sangat obyektif dan kompetitif. Tercatat ada dua kali tim pusat turun ke Parepare untuk melakukan penilaian,” bebernya.
Tak hanya itu, penilaian juga meliputi bagaimana kepala daerah mampu meyakinkan Dewan Pertimbangan Adipura. Seluruh kepala daerah yang dinyatakan lolos verifikasi dituntut melakukan pemaparan dan penjelasan terkait konsep penataan ruang, kota bersih hingga Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di depan Dewan Pertimbangan Adipura di Jakarta.
Apresiasi pun segera disampaikan tokoh-tokoh masyarakat Parepare H Rahman Saleh kepada Wali Kota atas prestasi membanggakan ini. Dikatakan, apa yang dicapai Taufan Pawe dalam perburuan Piala Adipura tahun ini, patut diapresiasi.
Di tengah ketatnya persaingan dan syarat yang semakin berat, Parepare mampu menobatkan diri sebagai salah satu kota dari sedikit daerah di Indonesia yang berhasil mendapat Piala Adipura.
“Saya ikut mengapresiasi kinerja pemerintah kota selama ini, dan ikut berbangga dengan diterimanya Piala Adipura ke-10 tahun ini. Penghargaan yang diterima ini betul-betul ril, obyektif, bukan Adipura abal-abal, tetapi sesuai dengan kenyataan bahwa
Kota Parepare betul-betul bersih,” kata Rahman Saleh.
Apresiasi dan ucapan selamat juga disampaikan pimpinan instansi vertikal, tokoh agama, politisi dan anggota DPRD Kota Parepare. Anggota Dewan, H. Tasmid Hamid mengatakan sangat mengapresiasi raihan Piala Adipura kali ini.
“Ini merupakan penghargaan serta pengakuan pemerintah Indonesia terhadap Kota Parepare dalam hal kebersihan. Harapan kami ke depan semoga pemerintah kota dapat mempertahankan dan menjadikan kota ini lebih bersih lagi,” katanya. (smr/rus/c)
Ribuan Warga Parepare Arak Adipura Keliling Kota

BKM/SAMIRUDDIN DIARAK-Wali Kota Parepare HM Taufan Pawe memegang Piala Adipura saat diarak keliling kota, Selasa (24/11).