Site icon Berita Kota Makassar

SD Santung Minimalisir Angka Putus Sekolah

ENREKANG, BKM — Desa Parombean, Kecamatan Curio merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Enrekang yang memiliki anak putus sekolah yang cukup tinggi. Salah satu penyebabnya, jarak tempuh dari pemukiman warga ke sekolah sangat jauh. Diperparah lagi dengan akses dan alat transportasi yang masih terbatas.
Dengan adanya pembangunan Sekolah Dasar (SD) Santung yang terletak di tengah pemukiman warga di lima dusun, angka putus sekolah dapat diminimalisir. “Alhamdulillah, ada bangunan sekolah itu. Semoga anak usia sekolah tidak lagi malas ke sekolah karena capek jalan kaki,” kata Suardi, pemuda Desa Parombean.
Menurut Suardi, selama ini anak usia sekolah banyak yang terpaksa putus sekolah karena tidak mampu berjalan kaki melalui jalan sepatak dengan jurang serta berlumpur di musim hujan. Batu kerikil dan besar harus dilalui murid yang masih kecil untuk ke sekolah.
“Tidak ada pilihan lain, harus lewati jalan yang terjal, sungai dengan batu yang besar kalau ke sekolah,” jelasnya.
Sepulang sekolah, anak-anak yang baru berusia 7 tahun tidak hanya dipersulit jalan sepatak, tapi juga waktu makan siang yang terlambat. “Jalan sudah jelek dilalui berjam-jam, ditambah lapar. Kelas satu saja sampai di rumah hampir sore,” kata Suardi.
Terkadang, tambah Suardi, murid sekolah yang terlalu haus di perjalanan, meminum air tanpa dimasak yang didapat dalam perjalanan. “Kalau sudah haus, ya terpaksa minum air sumur, atau kadang ada yang dibuat pancuran di sawah, itu yang diminum,” terangnya lagi.
Namun dengan adanya bangunan SD Santung, penderitaan itu bakal dapat diminimalisir. Putus sekolah, hingga jalan yang rusak, termasuk makan siang yang lambat dapat dihindari. “Kalau sudah difungsikan, pastilah keluhan bisa diatasi,” ujarnya.
Hal sama dikatakan Wahyuddin, salah seorang warga Desa Parombean yang sehari-harinya beraktifitas di sekolah. Ia menyadari dengan jarak sekolah yang jauh membuat banyaknya anak usia sekolah terpaksa berhenti. “Pembangunan gedung sekolah baru merupakan solusi untuk menghindari angka putus sekolah,” tandasnya. (her/rus/c)

Exit mobile version