Site icon Berita Kota Makassar

Kisah Miris Guru Honorer di Hari Guru

BKM/JUNI SEWANG RUMAH-Kondisi rumah kontrakan Mirna di Jalan Tanggul Patompo.

GURU tanpa tanda jasa, mungkin kalimat ini cocok disandang Mirnawati (27) tahun yang mengabdi sebagai guru di SDN Inpres Parang Tambung Makassar.

Laporan: JUNI SEWANG

Sepenggal bait lagu Iwan Fals, “Jadi guru jujur berbakti memang makan hati.” juga merupakan perwakilan dari perasaan Mirnawati yang merupakan guru honorer di Kota Makassar secara khusus dan Sulsel secara umum.
Masa pengabdiannya selama hampir lima tahun ini belum juga mendapat perhatian dari pemerintah karena belum diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Menurutnya guru honorer seakan hanya pelapis guru yang sudah berstatus PNS. Bahkan setiap harinya, ibu satu orang anak ini terus diselimuti rasa ketakutan jika kontraknya sebagai guru honorer sudah tidak diperpanjang lagi.
Belum rasa takut hilang, perasaan miris juga dirasakan saat menerima gaji Rp400 ribu yang diterimanya setiap tiga bulan, berbeda dengan teman guru yang berstatus PNS. Guru status PNS menerima banyak tunjangan dan nominal gajinya sangat tinggi, dan rata-rata memiliki mobil.
Untuk menambah pundi-pundi uang untuk kebutuhan hari-hari, Mirna membuka kedai kecil-kecilan di rumah kontrakannya satu petak kecil di Jalan Tanggul Patompo. Sementara sang suami bekerja sebagai pembawa becak motor (bentor).
“Begini keseharian saya di rumah. Selepas saya mengajar di kelas 1 dan kelas 3, saya mengurus rumah dan menunggu pembeli di kedai serta menunggu suami pulang menarik bentor. Setiap pagi, saya harus menitipkan anak sama neneknya, pulang mengajar baru saya jemput. Alhamdulillah hasil kedai bisa menambah kebutuhan hari-hari,” ungkap Mirna sambil sesekali mengusap keringat yang menetes di dahinya.
Sambil menyiapkan minuman teh yang agak pucat ke wartawan BKM, wanita lulusan PGSD ini berharap, suatu saat pemerintah bisa melihat nasib para guru honorer agar guru honorer dapat menikmati status PNS, seperti yang disandang guru-guru lainnya.
Mirna juga meminta bila mana nasibnya belum juga diangkat menjadi PNS, Mirna mewakili para guru tenaga honor berharap dengan gaji Rp400 ribu perbulannya dapat diterima setiap bulannya bukan tiga bulan.”Saya harap gaji Rp400 ribu bisa diterima perbulannya, agar bisa membayar uang kontrakan dan bayar listrik,” pintanya.(b)

Exit mobile version