Site icon Berita Kota Makassar

Uji Kompetensi Pustakawan Diterapkan Tahun Depan

RANTEPAO, BKM — Upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pustakawan di Kabupaten Toraja Utara terus dilakukan. Salah satunya melalui Bimbingan Teknis Otomasi Perpustakaan Berbasis Open Source SLIM (Senayan Library Managemen System).
Kegiatan yang dilaksanakan pekan lalu ini dibuka Wakil Bupati Toraja Utara Frederik Buntang Rombelayuk. Di depan para peserta, Wabup mengatakan bahwa perpustakaan merupakan gudangnya ilmu. Belajar dan membaca di perpustakaan menjadi jembatan ilmu pengetahuan.
”Hadirnya perpustakan sejalan dengan visi dan visi Kabupaten Toraja Utara untuk menjadi yang terdepan di bidang pendidikan di Sulawesi Selatan. Karena itu, kita berharap semua PNS, pelajar dan masyarakat umum memanfaatkan dengan sebaik-baiknya sarana perpustakaan yang ada,” kata FB Rombelayuk.
Diapun mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan LSP2A ini. Sebab membangun masyarakat inovatif dan kreatif menjadi bagian dari upaya menciptakan generasi yang kompetitif dan cinta membaca.
Sebelumnya, Direktur LSP2A Andi Ibrahim menjelaskan, sejak berlakunya Undang-undang No 43 tahun 2007 tentang perpustakaan, dan Peraturan Menpan Republik Indonesia, lembaga eduread LSP2A ditunjuk sebagai penyelenggaran bimbingan teknis.
”Sudah setahun lebih kami bersama tim merintis kegiatan seperti ini, dengan tujuan untuk melatih pustakawan yang handal di seluruh Indonesia. Hal ini sejalan dengan tuntutan zaman globalisasi dan internet, dimana pustakawan tak boleh ketinggalan,” ujarnya.
Karena itu, seluruh pustakawan di Indonesia wajib menerapkan sistem open sources (komputer) dengan menghadirkan aplikasi SLIM guna membantu pustakawan mengelola kearsipan.
Menurut Andi Ibrahim, LSP2A tahun ini sudah menerapkan pengembangan SDM dengan UKG (Uji Kompetensi Guru). Selanjutnya tahun depan diberlakukan UKP (Uji Kompetensi Pustakawan).
Diakui, permasalahan yang sering terjadi adalah kearsipan yang tak teratur dan belum bisa dikategorikan baik. Karena itu, dia menargetkan setiap tahun di Indonesia ada 25 orang pustakawan yang memenuhi syarat untuk dilatih. ”Khusus untuk Toraja Utara, mendapatkan jatah dua orang,” kuncinya. (gus/rus/c)

Exit mobile version