Site icon Berita Kota Makassar

Desa Pinang Terima Penghargaan APN

ENREKANG, BKM — Desa Pinang, Kecamatan Cendana, Kabupaten Enrekang mendapat penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara (APN) tahun 2015, setelah keluar sebagai juara nasional lomba desa belum lama ini. Hal ini diungkapkan Ahmad Fajar Muhiddin, Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Enrekang, kemarin.
Menurut Ahmad Fajar Muhiddin, APN diberikan kepada Desa Pinang karena telah menghasilkan karya nyata di bidang ketahanan pangan. “Informasi yang saya terima kalau Desa Pinang akan mendapatkan APN tahun ini,” ujarnya.
Ia menilai wajar jika Desa Pinang mendapatkan penghargaan tersebut, karena telah sukses dalam berbagai hal, khususnya soal ketahanan pangan. Dari aspek ketersediaan daging sapi yang dipelihara warga setempat, tidak lagi diragukan yang diolah masyarakat bersama komunitas ternak setempat.
Termasuk berbagai macam olahan ternak, serta biogas dari kotoran ternak di wilayah yang dipimpin Muh Rusli sebagai kepala desa. “Olahan ternaknya, termasuk susu juga dari desa itu cukup menjanjikan,” terangnya lagi.
Selain itu, produksi jagung di wilayah itu juga sangat signifikan. Olahannya pun tidak hanya satu macam, tapi berbagai jenis.
“Tanaman lainnya juga menjanjikan. Disana ketahanan pangan sudah sangat baik,” ujarnya.
Begitu pula gotong-royong, masih menjadi budaya warga setempat. Sejumlah infrastruktur mampu dibuat dari hasil swadaya masyarakat. “Peran masyarakat untuk membangun infrastruktur juga sangat baik,” kata Ahmad Fajar.
Rencananya, penyerahan penghargaan APN akan dilaksanakan di Istana Negara 3 atau 4 Desember pekan depan. “Informasinya, sekitar tanggal 3 atau 4 Desember penghargaan itu diterima,” kuncinya.
Sementara Kepala Desa Pinang Muh Rusli, yang dikonfirmasi menyambut gembira penghargaan tersebut. “Alhamdulillah semoga terwujud, amin,” kata Rusli.
Menruutnya, keberhasilan yang diraih ini atas bimbingan sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). “Kami dibimbing banyak pihak. Ada penyuluh, peternakan dan banyak lagi,” ungkapnya.
Namun, lanjutnya, bimbingan yang berkelanjutan diberikan Kantor Ketahanan Pangan Enrekang. “Pak Fajar yang banyak mengarahkan kami di desa. Tapi semua ini diraih atas dukungan dari masyarakat desa. Kalau bukan keterlibatan masyarakat dan stakeholder, termasuk para tokoh di desa, ya susahlah meraih keberhasilan,” tandasnya. (her/rus/c)

Exit mobile version