Site icon Berita Kota Makassar

Mahasiswa Desak Aturan Jam Operasi Truk

UNJUK RASA -- Puluhan mahasiswa UIN Alauddin menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Gowa. Mereka menuntut penertiban jam oprasional truk.

UNJUK RASA -- Puluhan mahasiswa UIN Alauddin menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Gowa. Mereka menuntut penertiban jam oprasional truk.

GOWA, BKM — Puluhan mahasiswa dari Universita Islam Negeri (UIN) Samata menggelar aksi unjukrasa di depan kantor DPRD Gowa, Kamis (26/11) pukul 14.00 Wita. Unjukrasa ini digelar mahasiswa sebagai bentuk keprihatinan atas tewasnya Eza Aldilah Majid, seorang mahasiswi Ilmu Hukum UIN Samata yang terlindas truk angkutan tambang galian C di poros pertigaan Jalan Macanda-Jalan HM Yasin Limpo, Samata, Rabu (25/11) pukul 11.30 Wita.
Sehari sebelumnya yakni Selasa (24/11) seorang lagi mahasiswa bernama Nur falaah juga tewas tabrakan dengan mobil Rush di bilangan yang sama. Aksi digelar dengan memboikot Jalan Masjid Raya. Akibatnya aruslalulintas di jalan tersebut sempat dialihkan menuju ke Jalan Tumanurung.
Para demonstran mendesak dewan untuk segera melahirkan regulasi baru terkait jam oprasional truk, khususnya yang melintas di depan kampus UIN Samata, serta sejumlah jalan lain yang menjadi jalur truk dan merupakan jalur perlintasan mahasiswa selama jam perkuliahan.
“Kami datang kesini minta anggota dewan untuk segera melakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk menghentikan operasional truk di jam perkuliahan dari pukul tujuh pagi sampai pukul 16.00 Wita,” ujar koordinator aksi mahasiswa UIN, Muh Hasrullah di sela orasinya.
Empat legislator pun menemui para mahasiswa, yakni Muh Kasim Sila (Golkar), Muh Dahlan Tawang (PPP), Muh Basir (PPP) dan Rafiuddin (PPP). Menurut Muh Kasim Sila, tuntutan ini menjadi perhatian dewan dan akan disampaikan kepada pimpinan DPRD untuk kemudian ditindak lanjuti ke dinas terkait.
“Kami hanya punya kewenangan menerima aspirasi ini. Selanjutnya kami akan sampaikan ke pimpinan,” ujar Muh Kasim Sila.
Legiator lainnya, Muh Basri menambahkan, pihaknya akan menelaah aturan trayek yang ada selama ini, lantaran tumpang tindih dengan aturan trayek di Makassar.
“Kita bisa bahas kedepannya dengan instansi terkait, karena memang ada tumpang tindih. Bagusnya disingkronkan dengan jadwal trayek Makassar,” ujar ketua Fraksi PPP itu.
Setelah berdemo di DPRD, massa berpindah ke depan Polres Gowa dan kantor Dinas Perhubungan serta Terminal Regional Cappa Bunganya. Ditiga kantor instansi ini mahasiswa menyuarakan hal serupa. Aksi berjalan lancar tanpa insiden kerusuhan. (sar-ril/c)

Exit mobile version