Site icon Berita Kota Makassar

Ogah Disebut Seniman, Dipercaya Garap Iklan SBY

BKM/CHAIRIL KREATIF-Setelah terkenal dengan Art2Tonic, kini Rere mulai menggarap beberapa film. Salah satunya film Sumiati yang diputar di seluruh bioskop jaringan Studio 21 di Indonesia mulai, Kamis (26/11).

BKM/CHAIRIL KREATIF-Setelah terkenal dengan Art2Tonic, kini Rere mulai menggarap beberapa film. Salah satunya film Sumiati yang diputar di seluruh bioskop jaringan Studio 21 di Indonesia mulai, Kamis (26/11).

Di wilayah Sulawesi Selatan, khususnya Makassar dan sekitarnya, grup musik Art2Tonic sangat populer. Utamanya di kalangan anak muda. Grup ini mampu membawa angin segar pada dunia musik lokal yang sebelumnya hanya didominasi penyanyi lagu-lagu daerah.

Laporan: Rahma Amri

Salah satu pentolan Art2Tonic, Syahrir Arsyad Dini atau populer disapa Rere, merupakan anak muda kreatif yang
yang menggawangi grup itu. Kalau bisa dikatakan, lelaki kelahiran Jakarta 28 Juni 1975 itulah yang menjadi otak kreatif Art2Tonic.
Dari tangannya, dibantu beberapa personel lainnya dilahirkan lagu-lagu yang sangat populer di telinga warga Makassar. Seperti Ewako PSM, Makassar Bisa Tonji, Jadi Kenapami dan masih banyak lagi.
Namun, beberapa tahun terakhir, Rere menjadi ‘otak’ di balik pembuatan beberapa film bergenre lokal. Diantaranya Bombe, Dumba’-Dumba’, dan film Sumiati yang saat ini sementara diputar di bioskop-bioskop Studio 21 di seluruh Indonesia.
Kendati sudah menciptakan banyak karya seni mulai dari lagu dan film yang mampu menarik perhatian masyarakat, Rere ogah disebut seniman. Alasannya, proses penciptaan karya-karyanya merupakan panggilan jiwa di luar proses seni yang mengalir begitu saja.
“Saya hanya suka buat jadi semua ide yang ada di kepalaku,” jelas Rere kepada BKM.
Dia mengaku tidak bisa menyanyi. Kalaupun menyanyikan lagu orang lain, hasilnya pasti fals. Karena itulah, dia hanya mau menyanyikan lagu Art2Tonic saja.
“Itumi kenapa saya ndak suka pergi karaoke karena laguku tonji yang saya nyanyikan tidak fals. Ha ha ha,” candanya.
Sebelum mendirikan Art2Tonic, Rere berprofesi sebagai seorang Disk Jockey (DJ) yang masih berhubungan dengan musik.
Rere jadi resident DJ di Salsa selama satu tahun dan Mario Hotel Sahid dua tahun.
Karena banyak mengoleksi musik Loop untuk DJ, Rere pun memutuskan untuk membuat lagu. Lagi-lagi, aku Rere, karena tidak tahu nyanyi, diapun ngerap. Keluarlah album Baco Becce tahun 2004.
Rere memang termasuk orang yang diberi bakat musik luar biasa. Kendati mengaku tidak mengerti chord musik, namun lagu-lagu yang ditelurkan selalu enak didengar.
Rere hanya tamatan SMA. Dia pernah sempat mengecap sekolah sound engineer namun tidak selesai karena kampusnya di Matraman Jakarta terbakar akibat bentrok. Jurusan yang diambil waktu itu adalah audio digital engineering.
Rere pernah menjadi sound designer Radio Madama selama 4 tahun yakni 1998 hingga 2002. Di era itu, Radio Madama berubah dari analog ke digital.
Setelah menggarap album bersama teman-temannya di Art2Tonic, Rere juga ditawari untuk membuat iklan. Tidak tanggung-tanggung, Art2Tonic dipercaya menggarap iklan kampanye Presiden SBY. Dia juga menggarap iklan salah satu calon gubernur Ilham Arif Sirajuddin pada Pilgub Sulsel 2013 lalu. (rhm/cha/b)

Exit mobile version