GOWA, BKM — Mulai tahun 2017, Pemerintah Provinsi Sulsel melalui Dinas Pendidikan (Disdik) akan menghentikan alokasi anggaran pada program Pendidikan Gratis tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Rencana itu dipastikan Kepala Disdik Sulsel yang juga Pelaksana tugas (Plt) Bupati Gowa, HM Sidik Salam. Sidik menjelaskan, kebijakan ini diambil karena Pemprov Sulsel berencana mengambil alih pengelolaan SMA dan SMK.
Selama ini, kata Sidik, dana pendidikan ini ditanggung bersama antara pemerintah provinsi dan kabupaten dengan asumsi 30 persen alokasi anggaran APBD Sulsel dan 70 persen diambil dari APBD kabupaten/kota.
“Tahun 2017 nanti, pemberian dana pendidikan untuk tingkat SD dan SMP sudah dihentikan. Provinsi hanya menanggung anggaran untuk SMA dan SMK,” kata Sidik.
Terpisah, Kadis Pendidikan Olahraga dan Pemuda Gowa, Idris Faisal Kadir mengaku telah siap mengalosikan anggaran Pendidikan Gratis pada tingkat SD dan SMP, jika kebijakan itu nantinya diberlakukan.
Idris mengatakan, kebijakan tersebut, tidak akan berdampak pada pengelolaan pendidikan di tingkat SD dan SMP di Gowa. Sebab, sejak dulu Gowa telah menerapkan program pendidikan gratis yang berlaku mulai dari SD hingga SMA.
“Program ini sudah kami terapkan sejak 2003. Jauh sebelum Pemprov menerapkan program yang sama di tahun 2007,” kata Idris.
Idris menjelaskan, setiap tahunnya pemerintah sudah mengalokasikan anggaran sekitar Rp13 miliar untuk pendanaan SD dan SMP. Anggaran diperuntukkan bagi dana operasional 402 unit SD dan 102 unit SMP di Gowa.
Senada dengan itu, Ketua Komisi IV DPRD Gowa, Asriady Arasy JUGA tidak mempermasalahkan kebijakan pengalihan pendanaan Program Gratis SD dan SMP, asalkan kebijakan tersebut tidak berdampak negatif terhadap proses belajar mengajar di sekolah.
“Sepanjang tidak melanggar dan merugikan masyarakat serta anak didik kita, saya kira tidak masalah,” pungkasnya. (sar-ril/c)